Kasus Harun Masiku PR Menkopolhukam Setelah Djoko Tjandra

    0
    harun masiku pdip

    Kerja keras Polri dalam menangkap buronan Djoko Tjandra harus diapresiasi. Pemberian apresiasi perlu bagi penegak hukum untuk mengungkap kasus-kasus besar lainnya. Seperti kasus penyuapan Pergantian Antar Waktu (PAW) Politisi PDI Perjuangan Harun Masiku.

    Apalagi sampai saat ini Harun Masiku masih buron dan menjadi tanggungjawab Menkopolhukam untuk membongkar misteri kalahnya negara dalam bidang penegakan hukum kasus korupsi yang melibatkan partai penguasa.

    Jangan sampai kasus penangkapan Harun Masiku mengalami hambatan dengan memainkan oknum aparat penegak hukum seperti Djoko Tjandra. KPK, Polri dan Kejaksaan harus bekerja sama dan belajar dari kebobolan akibat permainan oknum aparat yang bisa dibeli untuk meloloskan Djoko Tjandra.

    Kasus Harun Masiku dan Djoko Tjandra merupakan kasus yang mempunyai pola kemiripan. Kemiripannya yakni actus reus atau tindakan dan mens rea atau niat itikad mengarah kepada lahirnya kerugian negara dan dilakukan secara bersama-sama sehingga lahirlah permufakatan jahat.

    Sehingga, pengungkapan kasusnya terhambat karena melibatkan lingkaran oknum pejabat negara yang saling bersinggungan dan saling mengunci satu sama lainnya.

    Oleh karena itu, Menkopolhukam tidak mesti besar kepala dan melakukan pencitraan dan cuci tangan. Apalagi kasus Harun Masiku tidak jauh dari lingkaran utama PDIP sebagai partai berkuasa saat ini.

    Dalam beberapa riset antikorupsi proses penyidikan sering terhenti pada jalur formal penegak hukum karena conflict of interest atau konflik kepentingan. Berakibat kepada durasi waktu yang lama untuk membongkar dan penyelesaian kasus.

    Kasus Harun Masiku jangan sampai memakan korban aparat hukum sebagai mana terbentuknya lingkaran setan seperti kasus Djoko Tjandra. Karena kasus Harun Masiku adalah kasus besar yang berbicara tentang oknum yang dekat dengan petinggi PDI P menjadi bagian deep state dalam suksesi kenegaraan.

    Baca juga  Benny K˸ Harun Masiku Disembunyikan

    Apalagi publik masih pesimis KPK dan Polri serta Kejaksaan bisa mengungkap kasus Harun Masiku lebih cepat dan ada kemungkinan periodesasinya akan sama atau melewati kasus Djoko Tjandra. Karena kasus Harun Masiku berada dibalik lingkaran terselubung partai penguasa yakni PDI Perjuangan.

    Penilaian ini tidak terlepas dari dengan sikap Menkopolhukam yang sangat respon atas tertangkapnya Djoko Tjandra. Sedangkan pada penanganan kasus buronnya Harun Masiku tidak. Publik melihat penangkapan Djoko Tjandra seolah-olah menjadi panggung tersendiri, utamanya bagi Menkopolhukam.

    Hal tersebut berkesan seakan-akan menjadi pencitraan dan cuci tangan, karena kegagalan menangkap Harun Masiku dan membongkar korupsi PAW dilingkaran terdalam PDI P.

    Publik menilai hasil penangkapan Djoko Tjandra biasa saja. Karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Menkopolhukam beserta aparat penegak hukum Polri, KPK dan Kejaksaan Agung membuktikan bahwa hukum tidak berpihak kepada partai penguasa tapi kepada penegakan hukum berkeadilan.

    Oleh: Zulkifli Husen, Aktifis Anti Korupsi

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here