Menteri Koperasi Dan UMKM ‘Bungkam’ Saat Kematian Bisnis UMKM Ditengah Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional

0
teten masduki

Resesi ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 sangat memukul kemampuan bertahan sektor UMKM. Sektor ini tidak lagi kuat dan banyak mati dengan menutup usaha. Melahirkan dampak berantai berupa PHK pekerja informal, usaha mati suri dan tidak kuat untuk hidup kembali.

Setidaknya 4 ribu anggota UMKM telah mati. Menyusul 2 ribu UMKM dalam dua bulan kedepan dari 8 ribu anggota. Fakta gamblang yang disampaikan oleh Rektor Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya Prof. Gunawan Adji ketika hadir dalam acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Sedangkan pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tengah mempersiapkan Kartu Pra kerja Gelombang keempat. Kemudian juga telah menganggarkan ratusan triliun rupiah sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM senilai RP 123,46 T.

Ditelusuri lebih jauh stimulus yang menjadi tanggungjawab Menteri Koperasi dan UMKM terkait realisasi dan sasaran UMKM yang mendapatkan insentif sebesar Rp 123,46 T hampir tidak ditemukan. Setidaknya belum ada diungkap database UMKM perwilayah dan perkategori yang menjadi target sasaran, kategori dan persyaratan untuk mendapatkan insentif dari Pemulihan Ekonomi Nasional.

Maka menjadi wajar Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku kepala pemerintahan geregetan terhadap penyerapan anggaran penanganan virus corona yang dikelola para menterinya. Pasalnya, berdasarkan data yang dimilikinya, sampai saat ini anggaran baru terpakai 20 persen dari total alokasi yang sebesar Rp 695,2 triliun.

Dengan rinciannya, untuk bansos sebesar Rp203,9 triliun, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp123,46 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp106,11 triliun, kesehatan Rp87,55 triliun, dan pembiayaan korupsi Rp53,55 triliun.

Malah Presiden Jokowi membeberkan penyerapan alokasi penyerapan untuk UMKM telah mencapai 25 persen atau senilai Rp 30,86 T. Tentu ini adalah angka yang sangat besar. Jika satu UMKM saja mendapat stimulus Rp 20 juta, maka setidaknya telah terbantu sebanyak 1.543.000 UMKM untuk bisa kembali menghidupkan kembali usaha dan menyerap tenaga kerja.

Baca juga  Indef Nilai PEN Gagal Tahan Laju Ekonomi Anjlok Ke Minus 5,32 Persen

Mengacu pada fakta dan data yang disampaikan oleh Prof. Gunawan Adji dan juga penyampaian Presiden Jokowi. Ada yang sangat janggal dan berada dalam ruang gelap. Bagaimanakah Menteri Koperasi dan UMKM mengelola stimulus tersebut? Dan bagaimana alur pemberian dan juga pertanggungjawaban dana tersebut?

Sebab, tanpa ada akuntabilitas dan transparansi pengelolaan stimulus PEN bagi UMKM, sangat wajar bahwa kuat dugaan realisasi stimulus 25 persen dari Rp 123,46 triliun yang disampaikan Presiden Joko Widodo menjadi bancakan UMKM bodong alias abal-abal.

Maka sangat wajar, Menteri Koperasi dan UMKM sampai saat ini pun masih bungkam.

Oleh: Anwar, Pemerhati Ekonomi Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here