Sertifikasi Penceramah Dari Ormas, PP Muhammadiyah: Tidak Usah

0
Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad

PolitikToday- Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menanggapi progam sertifikasi dai Kemenag, yang berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun swasta tak perlu mengikuti program sertifikasi penceramah sebelum melakukan kegiatan dakwah.

Hal itu ia sampaikan merespons kontroversi program sertifikasi penceramah yang akan digelar Kementerian Agama pada September 2020 ini.

“Bagi penceramah dari ormas atau penceramah swasta tidak usah punya sertifikat,” kata Dadang, Selasa (8/9).

Dadang menjelaskan bahwa penceramah yang memiliki latar belakang ormas keagamaan tertentu pasti berpandangan bahwa kegiatan dakwah dan ceramah kepada umat merupakan suatu panggilan agama.

Ia pun menyatakan penceramah itu hanya menyampaikan pengetahuan keagamaan kepada orang lain sebagai perintah yang diajarkan dalam agamanya masing-masing.

“Untuk saling menasihati atau berwasiat dalam kebenaran,” kata Dadang.

Dadang sendiri menegaskan sertifikasi penceramah hanya cocok diterapkan bagi penceramah formal yang digaji oleh negara. Sementara, pendakwah yang berasal dari ormas keagamaan sudah tak perlu sertifikasi penceramah dari Kemenag.

“Ya, sertifikasi penceramah itu cocok bagi penceramah formal yang digaji negara, seperti penyuluh agama atau tokoh agama yang berstatus PNS,” kata dia.

Kemenag akan menerapkan program sertifikasi penceramah di bulan ini dengan menargetkan 8.200 penceramah bersertifikat untuk tahap awal.

Program penceramah bersertifikat yang akan digulirkan Kemenag berbeda dengan program sertifikasi profesi seperti sertifikasi dosen maupun guru.

“Kalau guru dan dosen itu sertifikasi profesi sehingga jika mereka sudah tersertifikasi maka harus dibayar sesuai standar yang ditetapkan,” kata Dirjen Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin.

Kamaruddin turut memastikan penceramah yang tak memiliki sertifikat dari program tersebut masih tetap diperbolehkan berceramah di tempat-tempat ibadah seperti biasa.

Ia menyatakan program tersebut sekadar kegiatan yang ingin memberikan afirmasi kepada penceramah terhadap wawasan tentang agama dan ideologi bangsa.

Baca juga  PP Muhammadiyah Rilis Edaran Ramadhan: Tak Perlu Tarawih di Masjid Selama Corona

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here