72 Wakil Rakyat Pengkhianat

0
72 Wakil Rakyat Pengkhianat
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bowo Sidik Pangarso dengan barang bukti uang senilai Rp8 miliar yang dibagi dalam 84 kardus atau 400 ribu amplop dengan pecahan Rp20.000 dan Rp50.000. Uang tersebut diduga suap untuk pelaksanaan kerja sama Pengangkutan Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). ANTARA FOTO/Reno Esnir/pras.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, menambah panjang daftar wakil rakyat koruptor yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sudah 72 orang anggota parlemen yang mengkhianati suara rakyat yang memilih mereka. Partai politik yang berkuasa saat ini senantiasa menjadi jawaranya, Partai Golkar dan PDI Perjuangan.

Sejak KPK berdiri pada 2002, anggota DPR memang kerap menjadi pesakitan. Dari data KPK, menunjukkan 66 dari 72 anggota DPR diproses hukum karena menerima suap. Mereka memanfaatkan kewenangan di dewan untuk mempengaruhi berbagai kebijakan, demi meraup pundi-pundi kekayaan materi untuk diri pribadi. Sebuah tindakan yang tidak saja amoral, tetapi juga termasuk kejahatan besar pengkhianatan terhadap bangsa.

Kian memiriskan, mayoritas para koruptor itu justru berasal dari parpol yang kini tengha berkuasa. Golkar di urutan pertama dengan jumlah anggota DPR koruptor sebanyak 24 orang, lalu disusul PDIP dengan 18 orang. Angka ini terpaut jauh dari jumlah kader parpol lain yang terjerat KPK.

Wajar jika rakyat sedih dan kecewa dengan apa yang terjadi dengan bangsa ini. Negeri yang diharapkan menjadi tempat perbaikan nasib rakyat. Tetapi yang terjadi malah korupsi semakin menjadi-jadi. Janji-janji manis anti-korupsi sang penguasa, ternyata cuma fatamorgana. Tak tampak realisasi yang nyata.

Empat tahun lebih Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla berkuasa, tak terlihat adanya upaya pemberantasan korupsi yang sungguh-sungguh. Padahal dulu, sebelum terpilih menjadi penguasa, keduanya berjanji akan masif memberantas korupsi serta menguatkan KPK secara kelembagaan. Buktinya, masih jauh panggang dari api.

Berikut nama-nama anggota DPR korup yang berhasil ditangkap:

1. Noor Adenan Razak

2. Saleh Djasit

3. Sarjan Tahir

4. M Al Amien Nur Nasution

5. Anthony Z. Abidin

Baca juga  Wapres Jusuf Kalla Kasus e-KTP Rugikan DPR

6. Bulyan Royan

7. HM Yusuf Erwin Faisal

8. Azwar Chesputra

9. Fachri Andi Leluasa

10. Hilman Indra

11. Dudhie Makmun Murod

12. Endin A. J Soefihara

13. Udju Djuhaeri

14. Hamka Yandhu

15. Abdul Hadi Djamal

16. Ahmad Hafiz Zawawi

17. Marthin Bria Seran

18. Paskah Suzetta

19. Bobby SH Suhardiman

20. Anthony Zeidra Abidin

21. Agus Condro Prayitno

22. Max Moein

23. Rusman Lumbantoruan

24. Poltak Sitorus

25. Williem M Tutuarima

26. Muhammad Nurlif

27. Asep Ruchimat Sudjana

28. Reza Kamarullah

29. Baharuddin Aritonang

30. Hengky Baramuli

31. Daniel Tanjung

32. Panda Nababan

33. Engelina Patiasina

34. M Iqbal

35. Budiningsih

36. Jeffri Tongas

37. Ni Luh Mariani

38. Sutanto Pranoto

39. Soewarno

40. Matheos Pormes

41. Sofyan Usman

42. Amrun Daulay

43. Nazarudin

44. Wa Ode Nurhayati

45. Angelina Patricia Pingkan Sondakh

46. Zulkarnane Djabar

47. Izedrik Emir Moeis

48. Luthfi Hasan Ishaaq

49. Chairun Nisa

50. Annas Urbaningrum

51. Sutan Bhatoegana

52. Adriansyah

53. Patrice Rio Capella

54. Dewi Yasin Limpo

55. Damayanti Wisnu Putranti

56. Budi Supriyanto

57. Andi Taufan Tiro

58. I Putu Sudiartana

59. Charles Jones Mesang

60. Yudi Widiana Adia

61. Musa Zainudin

62. Miryam S. Haryani

63. Markus Nari

64. Setya Novanto

65. Aditya Anugrah Moha

66. Fayakhun Andriadi

67. Amin Santono

68. Eni Maulani Saragih

69. Taufik Kurniawan

70. Sukiman

71. Muhammad Romahurmuziy

72. Bowo Sidik Pangarso

Beginilah jika janji hanya sebatas komoditas politik. Ketika sudah memenangi kontestasi, mereka tidak peduli lagi dengan upaya pemberantasan korupsi. Akibatnya, para pengkhianat bangsa itu, melenggang indah di atas permadani merah. Yang tertangkap masuk penjara, hukumannya rendah.

Baca juga  Kapuspen: Amunisi SAGL yang Dibeli Brimob Sangat Mematikan, TNI Bahkan Belum Memiliki

Jika ini terus dibiarkan, negara akan rusak binasa.

Oleh: Patrick Wilson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here