AHY Miliki Kriteria yang Muda dan Berprestasi

0

PolitikToday– Pelantikan Presiden dan wakil Presiden terpilih Joko Widodo Ma’aruf Amin akan berlangsung 20 Oktober mendatang. Untuk membantu kinerja roda organisasi pemerintahan, sang presiden sudah menetapkan kriteria serta komposisi jajarannya yang nanti akan duduk di Kabinet Kerja jilid II Periode 2019-2024.

Beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku telah memiliki komposisi beberapa nama yang menjadi kandidat menterinya.

Jokowi bersama Ma’ruf Amin telah memiliki rancangan mengenai siapa siapa saja yang akan membantu pemerintahan lima tahun ke depan. Namun, dia masih enggan membocorkan nama-namanya.

Siapa dan apa saja sih kriteria yang ingin dijadikan Jokowi-Amin pada kabinet kerja jilid II ini? Berikut ulasanya,

Jatah Profesional dan Parpol

Jokowi mengaku telah memiliki komposisi untuk kalangan profesional dan parpol yang akan menjadi menteri di pemerintahannya bersama Ma’aruf Amin.

“Ya kira-kira komposisinya 60-40 atau 50-50. Kira-kira itu,” ujar Jokowi.

Terkait partai koalisi yang secara terang-terangnya meminta jatah posisi menteri. Jokowi tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Ya enggak apa-apa mau minta 10, mau minta 11, mau minta 9. Kan enggak apa-apa. Wong minta aja,” kata Jokowi.

Saat ini pemerintah Jokowi-JK jatah menteri profesionalnya lebih banyak dibandingkan jatah partai politik.

Tercatat ada 18 kalangan profesional, sementara itu terdapat 14 dari kalangan partai politik. Dengan pendekatan wacana rekonsiliasi politik terhadap lawan politiknya, Jokowi mempersilakan membantu kinerja Presiden dan Wakil presiden untuk lima tahun kedepan.

Hal yang kita anggap tidak mungkin terjadi, bisa saja terjadi. Melihat, rekonsiliasi yang dilakukan eks Kabinet Indonesia Adil dan Makmur merapat ke kubu pemenang, sekaligus mendingingkan suhu politik paska pemilu April lalu.

Kalangan Milenial

Jokowi membocorkan susunan menteri untuk lima tahun mendatang. Menurut Jokowi, setidaknya ada anak muda dari partai politik (parpol) dan profesional yang dipastikan akan masuk.

Baca juga  Polemik UU MD3; Demokrat: Kalau Bukan Pencitraan, Jokowi Harus Pecat Menteri Yasonna

“Dari partai juga ada yang (muda). Blueprintnya sudah ada. Nanti kita umumkan secepatnya,” tutur Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi tak membantah pihaknya akan merekrut profesional muda untuk masuk dan berkontribusi pada kabinet jilid II nanti. Mengingat, tim pengusung yang terlibat dalam kemenangannnya terdapat beberapa anak muda yang masuk ke dalam kategori yang dimaksud oleh mantan Wali Kota Solo tersebut.

Jokowi sendiri tidak menutup peluang jika AHY masuk dalam kandidat menteri Jokowi. Terlebih AHY masuk dalam kriteria menteri Jokowi yang muda dan berprestasi.

“Saya minta dari partai ada yang muda. Ada yang profesional juga. Kalau tidak ada partai kita cari sendiri dari profesional, profesional sekarang kan banyak,” ujarnya.

Terlebih AHY terlihat dekat dengan Presiden Jokowi. Hal ini terlihat beberapa kali AHY bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada 2 Mei 2019 lalu. AHY mengaku sempat membahas soal politik dengan Jokowi. Dalam pertemuan itu keduanya sepakat untuk menghormati proses penghitungan Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menteri Lama Kembali Bergabung

Walau sudah memiliki komposisi susunan kabinet, Jokowi tidak menyebutkan siapa-siapa saja yang akan menjabat sebagai menteri. Namun, dia mengisyaratkan, akan ada menteri di Kabinet Kerja jilid I kembali mengemban tugas di kabinet periode 2019-2024.

“Banyak (menteri-menteri sekarang bertahan),” ungkapnya. Sebagian komposisi lama tetap dipertahankan Jokowi. Terlebih, posisi strategis dan dianggap krusial tetap diisi orang-orang lama. Seperti nama Luhut Binsar Panjaitan sebagai menteri Kordinator Kemaritiman, serta Wiranto akan tetap duduk di kursi Kordinator Hukum, politik dan Keamanan (Menkopolhukam) menempati pos nya masing-masing.

(yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here