AHY, Nahkoda Baru Partai Biru

0
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menugaskan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan Pemilu 2019.
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono memberikan paparan seusai pengukuhan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (17/2). Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengukuhkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd/18

Rentetan kasus korupsi yang dulu pernah terjadi, sempat membuat oleng kapal besar Partai Demokrat. Namun kini, setelah mendepak semua tikus-tikus kotor, partai ini kembali menggeliat. Di bawah nahkoda baru yang untuk sementara memimpin kapal besar partai biru, seorang anak muda yang enerjik, dinamis, dan memiliki segudang pemikiran bagi bangsa ini, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Demokrat siap bertarung untuk kembali menjadi yang terbesar.

Jauh sebelum kontestasi dimulai, komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu sudah memulai pekerjaan rumahnya membenahi Demokrat. Ia turun ke daerah-daerah di berbagai pelosok Nusantara, untuk mengunjungi rakyat demi mendengar keluhan mereka. Semua masukan itu menjadi modal awal untuk menyusun kerangka kebijakan guna mengatasi semua persoalan bangsa.

Safari politik itu juga bertujuan membenahi struktur organisasi. Membentuk pengurus-pengurus baru di tingkat daerah, yang bersemangat membesarkan partai. AHY memberi mereka suntikan motifasi untuk bersama-sama memenangkan kontestai demokrasi, agar ke depan bisa memiliki andil dalam memperbaiki nasib rakyat negara ini.

Dulu, parpol yang pernah memerintah selama 10 tahun ini memang sempat didera hukuman dari rakyat, karena sejumlah kadernya terlibat kasus korupsi dan saat ini sudah dipidana akibat perbuatan buruk mereka. Dari peringkat pertama pemenang Pemilu 2009, parpol ini tergeser ke urutan ketujuh pada Pemilu 2014.

Namun, Demokrat berusaha menebus semua itu. Para koruptor itu juga telah lebih dahulu didepak. Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah toleran terhadap perbuatan korup. Siapapun yang melanggar pakta integritas, tidak mengindahkan AD/ART partai, dan melanggar aturan hukum, tidak akan dibela, apalagi dipertahankan.

Bukan sifat SBY jika mengintervensi proses hukum. Baginya, koruptor tempatnya di penjara, bukan di Demokrat. Buktinya sudah terpapar jelas. Mantan ketua umumnya sekalipun, Anas Urbaningrum, ditangkap KPK karena korupsi, SBY tak pernah campur tangan. Padahal dia seorang presiden kala itu. Pemimpin tertinggi di negara ini.

Baca juga  Pasca Dilantik SBY, Demokrat Banten Siap Ulang Kejayaan 2009

Upaya pembenahan partai itu semakin berdampak positif dengan kemunculan AHY ke permukaan. Sebagai suksesor SBY, AHY memiliki segala aspek untuk menjadi seorang pemimpin besar. Ia muda, bersih, cerdas, tegas dan santun dalam berpolitik. Ia bisa menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk ikut dalam partai politik, guna membangun demokrasi yang baik di negara ini.

Kematangan AHY dalam berpolitik sudah ia tunjukkan dalam Pilkada DKI Jakarta. Belum sehari setelah pemilihan, ia secara kesatria dan lapang dada mengakui kekalahannya dan memberi selamat kepada kedua pesaingnya. Meski kontestasi berjalan keras, dengan bermacam fitnah dan serangan dilancarkan kepada dia dan keluarga, bahkan juga terhadap putrinya, tapi AHY tetap menghormati lawan-lawan politiknya.

Sikap kematangan yang diperlihatkan AHY dipuji banyak orang. Baik mereka yang selama ini netral di pilkada, maupun pihak-pihak pendukung kandidat pesaing. Mereka semua angkat topi. Menurut mereka, jiwa besar AHY merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan teladan bagi para politikus di negara ini.

Dengan demikian, di bawah kepemimpinan AHY nantinya, niscaya Demokrat akan terus menggeliat, kembali menjadi yang terbesar di negeri ini. AHY bakal menjadi juru selamat yang membuat parpol ini mendulang banyak suara dalam kontestasi tahun ini.

Oleh: Rafael Wildan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here