Ajakan Berbaju Putih Petahana Pertanda Sikap Panik

0
Ajakan Berbaju Putih Petahana Pertanda Sikap Panik

PolitikToday- Direktur Eksekutif Government & Political Studies (GPS), Gde Siriana menyatakan ajakan berbaju putih dari calon petahana Jokowi kepada pendukungnya saat datang ke TPS 17 April 2019, sebagai pertanda panik. Jokowi merasa tertinggal elektabilitasnya dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


“Jika Jokowi yakin akan menang besar, tentu tidak menunjukkan sikap panik seperti ini,” kata Gde, Jakarta, Jumat (29/2/2019). 

Menurut Gde, berbagai kejadian intimidasi dari pendukung Jokowi-Maruf Amin, maupun aparat atau perangkat desa yang tidak netral terhadap pemilih pasangan calon nomor urut 02. Terutama, dibeberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mayoritas pendukung Jokowi.  

“Karena sudah terlihat jelas perbedaan identitas pemilih yang datang ke TPS,” tambahnya.

Gde memprediksi di TPS-TPS yang seimbang kekuatan pendukung, maka pemilih paslon 02 tanpa arahan dari Prabowo, menggunakan baju atau kemeja biru muda sebagai tandingan. 

“Dan saya yakin Prabowo tidak akan melakukan itu karena sekarang rasa percaya dirinya semakin kuat karena tren elekatbilitas nya terus naik,” ungkapnya.

Gde menyampaikan bahwa aturan dari KPU, melarang penggunaan baju atau atribut parpol di TPS. Hal ini untuk menjaga identitas pemilih dan kerahasiaan. Ajakan berbaju putih yang akan merusak ‘asas rahasia’ di TPS. 

“Jangankan atribut parpol, ada 10 orang saja misalnya, pakai kaos sepakbola dengan nomor punggung yang sama sudah pasti akan dicurigai sebagai identititas calon tertentu. Apalagi ini memakai baju putih yang dikomando dari jokowi sendiri,” tegas Gde.

(hz)

Baca juga  Cari Kecurangan Pemilu, Rakyat Jangan Diintimidasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here