Aktifis Nilai Kedatangan Jokowi ke Aksi Kamisan Biasa Saja

0
1164
Aktifis Nilai Kedatangan Jokowi ke Aksi Kamisan Biasa Saja
Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/1). Aksi yang ke-382 itu memperingati sewindu (delapan tahun) Kamisan dan menyerukan pada Presiden untuk melaksanakan janji-janjinya akan penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/mes/15.

PolitikToday – Isteri mendiang aktifis HAM dan Mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan Munir, Suciwati Munir menilai kedatangan Presiden Joko Widodo ke aksi Kamisan pada hari ini, bukanlah sesuatu yang istimewa. Suciwati menyebutkan, sejak awal tujuan aksi Kamisan bukan hanya untuk dikunjungi atau bertemu Presiden, melainkan untuk mendesak pertanggungjawaban negara atas berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia sejak dulu.

Suciwati menilai kedatangan Presideb justru menimbulkan pertanyaan karena Aksi Kamisan telah berlangsung selama 11 tahun dan persis diadakan di seberang Istana.

“Kami mengkhawatirkan bahwa kedatangan Presiden Jokowi atau pertemuan yang akan dilakukan hari ini hanyalah sesuatu yang bersifat simbolis atau merupakan sebuah gimmick di tengah tahun politik yang sedang berlangsung,” kata Suciwati dalam keterangan persnya, Kamis (31/5).

Pemerintah, jelas Suci seharusnya memiliki komitmen yang kuat untuk bertanggung jawab menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Baca juga  Saut Situmorang: KPK Wajib Pantau Pejabat Negara Selama Lebaran

Lebih jauh Suci menilai performa Presiden Jokowi sangat lamban dalam menyelesaikan masalah-masalah terkait pelanggaran HAM.

Rencana kedatangan Jokowi dalam aksi Kamisan menurut Suci harus dijadikan momentum untuk mempertanyakan keseriusan Presiden menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang hingga kini masih menggantung.

“Kami juga mendesak agar Presiden segera mengumumkan dokumen laporan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir (TPF-KMM) sebagai mana mandat yang tertuang dalam Keppres 111/2004,” katanya.

Sebagaimana diberitakan media sebelumnya, Direktur Amnesti Internasional Indonesia Usman Hamid menginformasikan hal ini pada Rabu (30/5) lalu bahwa Presiden Jokowi akan menghadiri Aksi Kamisan yang sudah berlangsung bertahun tahun di depan Istana.

Menurut Usman, kehadiran Presiden diputuskan setelah sebelumnya Kepala Negara memanggil bebeapa orangpakar hukum untuk membahas berbagai kasus pelanggaran HAM yang selama ini terjadi.

“Tadi Pak Presiden meminta ajudan dan Teten mengagendakan (pertemuan),” kata Usman, di Istana Kepresidengan Jakarta, Rabu kemarin.

Baca juga  Menggugat Rezim Otoriter

Pakar hukum diundang untuk membahas kasus pelanggaran HAM berat bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Jaksa Agung HM Prasetyo serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

Dijelaskan Usman, Presiden merasa selama ini sudah berusaha menerima, tapi keluarga korban tidak pernah mau datang.

Aksi Kamisan adalah aksi damai sejak 18 Januari 2007 yang dilakukan oleh para korban maupun keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia seperti korban peristiwa 1965, Tragedi Trisakti dan Semanggi 1998, korban Tragedi Wasior-Wamena, dan lainnya.

(fn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here