Amien Rais Disebut Politikus Comberan, PAN Sebut Ketua Hanura Kotoran

0
651
Amien Rais Disebut Politikus Comberan, PAN Sebut Ketua Hanura Kotoran

PolitikToday – Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menyebut senior PAN, Amien Rais sebagai ‘politikus comberan’ terkait statmentnya tentang partai Allah dan partai setan.

“Ucapan Amien Rais tentang ‘partai setan’ tidak ada kaitannya dengan demokrasi, melainkan hanya tingkah laku politikus comberan yang seenak udelnya saja, dan hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia,” katanya, Senin (16/4).

Politisi Hanura ini menyarankan Amien Rais untuk pension dari dunia politik agar tidak selalu membuat gaduh politik Indonesia.

“Saran saya kepada Amien Rais adalah segera saja pensiun dari dunia politik agar tidak selalu membuat gaduh perpolitikan di Indonesia,” ucap Inas.

Menanggapi pernyataan Ketua DPP Hanura tersebut Ketua DPP PAN Ali Taher mengatakan Inas seperti kotoran.

Baca juga  Poros Ketiga Butuh Keajaiban, PAN Wacanakan Gagasan Baru

“Sekarang yang ngomong comberan itulah yang nggak ngerti. Kotoran dia itu,” ujar Ali Taher, Senin (16/4).

Menurut Ali, Inas tidak paham konteks saat Amien Rais menyampaikan pernyataan tentang partai Allah dan partai setan tersebut.

“Pak Amien sampaikan itu kan sebagai akademisi, seorang tokoh reformasi, seorang mubalig, dalam perspektif membandingkan jangan sampai ada perilaku seperti itu,” ujar Ali.

Ali mengatakan Inas berlebihan menyebut Amien sebagai politikus comberan. Amien merupakan tokoh reformasi dan selayaknya dihargai.

“Saya kira itu berlebihan juga. Yang comberan itu siapa? Pak Amien tokoh reformasi loh. Pak Amien tokoh reformasi. Belum ada yang lain-lain, siapa berani zaman Orde Baru melawan kekuasaan otoritarianisme? Pak Amien,” tegas Ali.

Baca juga  Gerindra Capreskan Prabowo, Zulhas Sebut Dirinya Capres PAN

Terkait pernyataan partai setan dan partai Allah tersebut Amien Rais dilaporkan Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus. Dia melaporkan Amien dengan tuduhan tindakan pidana ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui media sosial. Seperti Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 156 a KUHP.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here