Anggaran dan Politik Ideologi Jadi Pertimbangan PDIP untuk Wakil Jokowi

0
2792
Anggaran dan Politik Ideologi Jadi Pertimbangan PDIP untuk Wakil Jokowi

PolitikToday – Sekjen PDIP Hasto Kristiyono menyebut pihaknya mendambakan calon wakil presiden yang saling melengkapi. Beberapa aspek seperti anggaran dan politik ideologi menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk memilih wakil Jokowi.

“Anggarannya bagaimana, dalam politik ideologinya, di dalam politik luar negerinya ini masih dilakukan dialog. Dan tidak lupa juga kontemplasi itu harus kita lakukan dengan baik karena kita bicara dengan pemimpin mau tidak mau melalui sebuah prosesi suara rakyat itu sendiri,” lanjut Hasto.

Mekanisme pemilihan wakil Jokowi nantinya akan dilakukan dengan konsolidasi partai pengusung Jokowi di 2019 terlebih dahulu. Selanjutnya, menurut Hasto barulah Jokowi menyampaikan pandangan-pandangannya hingga mengerucut kepada calon wakil presiden yang diinginkan.

Baca juga  Banyak Kader Terlibat Korupsi, PDIP Tetap Paling Tinggi di Jateng

Namun saat ini menurut Hasto, partai-partai masih sibuk melakukan rekapitulasi suara.

“Kami tentu saja akan segera merapatkan barisan karena setelah ini setiap partai akan disibukkan oleh agenda pencalonan anggota legislatif sampai pada 17 Juli,” kata Hasto.

Pilkada tahun ini akan dijadikan bahan evaluasi PDIP. Pihaknya mengaku akan segera melakukan konsolidasi untuk pileg dan pilpres 2019.

“Setiap momentum politik pasti kita melakukan evaluasi apalagi kita lihat ditingkat kabupaten tadi dengan kemenangan sebanyak di 91 daerah dari 151 yang kita ikut tentu saja 91 daerah ini harus segera melakukan langkah konsilidasi sehingga nanti akan berdampak positif pada pileg dan pilpres.” kata Hasto.

Baca juga  Pengusaha Kepada Prabowo: Belum Pernah Keadaan Separah Sekarang

Sementara itu, kendati PDIP tidak meraih hasil yang optimal di Pilkada Serentak 2018, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira mengatakan PDIP tetap optimis mengusung Jokowi di 2019.

“Enggak (terpengaruh). Makannya saya bilang tadi, aspek dari pada level pilpres itu berbeda dengan level pilkada. Di pilkada partai mempunyai kepentingannya masing-masing. Itu sampai tingkat daerah,” kata Andreas.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here