Anggota Komisi III DPR Minta KPK Dalami Pengakuan Setnov

0

PolitikToday – Keterangan yang disampaikan terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto di persidangan Tipikor pekan lalu berbuntut panjang. Usai menyebut sembilan nama politisi di DPR yang diduga ikut menerima uang korupsi e-KTP itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), didesak untuk segera mendalami dan memeriksa dua nama politisi senior PDI-P Puan Maharani dan Pramono Anung yang disebut Novanto di persidangan.

Dikatakan Anggota Komisi III DPR RI Wenny Warouw, KPK harus segera bertindak dan mengusut pernyataan yang disampaikan Setya Novanto.

“Kita akan perdalam supaya betul-betul hukum ditegakkan, jangan intervensi, jangan pandang bulu, jangan tebang pilih,” kata Wenny, di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Disisi lain, Juru bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan KPK akan membahas perihal desakan untuk memeriksa Puan Maharani dan Setnov terlebih dahulu di internal penyidik. Ia juga menyampaikan KPK berharap Majelis Pengadilan Tipikor Jakarta menjadikan keterangan Setya Novanto mengenai dugaan mengalirnya uang proyek e-KTP ke Puan Maharani, Pramono Anung, serta politikus lainnya sebagai fakta persidangan.

Lebih jauh Febri mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pernyataan Setya Novanto secara profesional dan transparan.

“Ini untuk menghindari, misalnya pendapat dari pihak lain, bahwa KPK bekerja bersentuhan isu politik. KPK dalam penanganan perkara berada pada koridor hukum saja,” kata Febri.

Namun demikian, tambahnya, dalam menyikapi perkara tersebut, KPK akan menunggu keputusan pengadilan terhadap status hukum yang akan dijatuhkan kepada mantan Ketua DPR RI itu.

“Dan, untuk tindak lanjut fakta persidangan ini, tentu kita perlu menunggu putusan pengadilan tersebut,” kata Febri, Selasa 27 Maret 2018.

(gg)

Baca juga  Sempat Mati Lampu, Cetak Surat Suara Dijamin Tepat Waktu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here