Bamsoet Bantah Ada Aliran Uang Korupsi Bakamla di Munaslub Partai Golkar

0
17
Bambang Soesatyo

PolitikToday – Mantan Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) pun membantah pernyataan Managing Director PT Rohde and Schwarz, Erwin Arief yang mengungkapkan aliran uang korupsi pengadaan satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengalir ke Munaslub Golkar.

Enggak ada, emang kalau si Fayakhun itu kelompok mana? Kan ada Ancol, ada Bali,” ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Bamsoet bersikeras bahwa pelaksanaan Munaslub Partai Golkar murni berasal dari berasal Partai Golkar. Ia meminta pengakuan Erwin tersebut jangan serta-merta mengaitkannya dengan Partai Golkar.

“Tanya aja yang bersangkutan. Jangan dikait-kaitkan sama Golkar dong, kasihan Golkar buktinya mana?,” ucap Ketua DPR itu.

Selain anggota Fraksi Partai Golkar di DPR, Fayakhun Andriadi, politikus Partai Golkar yang juga disebut adalah  Ketua Komisi III, Kahar Muzakir. Namun Bamsoet meminta media meminta bertanya langsung kepada pihak yang disebutkan namanya. Tidak tertutup juga ada yang pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan mengatasnamakan Partai Golkar.

Baca juga  Pagi Ini KPU Gelar Sidang Penetapan Parpol Peserta Pemilu

“Bisa saja dia menjual nama Partai Golkar untuk mengambil keuntungan dari situ,” katanya.

Bamsoet menilai dalam sebuah Munas yang diikuti banyak calon, gesekan pasti terjadi. Ia menambahkan, sejauh tidak melanggar aturan dan UU Tipikor maka hal tersebut sah-sah saja.

Sebelumnya Fayakhun disebut menerima Rp12 miliar dari proyek pengadaan di Bakamla. Dari jumlah itu, Fayakhun diduga meminta agar uang sebesar 300.000 dollar Amerika Serikat dibayarkan lebih dulu oleh perusahaan rekanan. Uang sebesar itu diminta diberikan secara tunai, guna keperluan penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar.

Hal itu terungkap dalam persidangan untuk terdakwa Nofel Hasan selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Dalam persidangan, jaksa menunjukkan barang bukti berupa percakapan WhatsApp antara Fayakhun dengan Erwin Arif, pengusaha dari perusahaan Rohde & Schwarz.

Baca juga  Nazaruddin Akui SBY dan Ibas Tidak Pernah Terlibat e-KTP, Hanya Anas

Erwin menjadi vendor yang digunakan PT Melati Technofo Indonesia, selaku pemenang lelang proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

Dalam percakapan WhatsApp, terungkap bahwa Fayakhun meminta Erwin untuk memberitahu pihak PT Melati Technofo, agar lebih dulu membayarkan 300.000 dollar AS secara tunai.

Berikut kalimat yang disampaikan Fayakhun kepada Erwin:

“Bro, kalau dikirim Senin, maka masuk di tempat saya Kamis atau Jumat depan. Padahal, Jumat depan sudah munas Golkar.”

“Apa bisa dipecah: yang cash di sini 300rb, sisanya di JP Morgan? 300rb nya diperlukan segera untuk petinggi2 nya dulu. Umatnya nyusul minggu depan.”

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here