Barjodi, “Jebakan Batman” Buat Jokowi

0
11738
Barjodi, “Jebakan Batman” Buat Jokowi

Setelah Pilkada Serentak 2018 usai, mendadak semua pengamat mengulas tentang perang bintang antara Jokowi dan Megawati. Sejumlah pengamat melihat Jokowi sedang memainkan skenario untuk melepas jeratan dari genggaman Ketua Umum PDIP tersebut. Analisa kekalahan PDIP di Jawa Barat dan di basis massanya Jawa Timur pun dijadikan dasar sebagai bahan referensi.

Jika kita menyimak berita beberapa hari sebelum hari H pencoblosan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang membuat PDIP kelimpungan. Airlangga mengeluarkan statement mengatasnamakan arahan Jokowi. Saat itu ia mebocorkan, jika Airlangga diberikan mandate oleh Jokowi untuk memenangkan Khofifah-Emil di Jawa Timur. Dimana disaat yang bersamaan PDIP mengusung Gus Ipul-Puti sebagai jagoannya. Strategi Jokowi melalui Airlangga ini diyakini merusak suara jagoan PDIP di Jawa Timur.

Di Jawa Barat, sejumlah analisa disebutkan Jokowi memainkan Pj Gubernur yang baru untuk menggerus suara Deddy-Dedi. Terlihat beberapa hari sebelum hari H Pj Gubernur Komjen Iriawan mendatangi rumah dinas Wakil Gubernur Deddy Mizwar. Kedatangan Pj Gubernur ke rumah dinas Wakil Gubernur ini tentunya menimbulkan spekulasi yang besar di tengah masyarakat.

Kenapa tidak memuluskan pasangan yang diusung PDIP? Analisanya sederhana. Ridwan Kamil merupakan figure yang bisa saja menjadi batu sandungan bagi Jokowi untuk maju di 2019. Oleh sebab itu, Ridwan Kamil yang diusung Nasdem tersebut harus dipasung di Jawa Barat agar tidak mengganggu Jokowi di bursa Capres 2019. Seperti diketahui Nasdem adalah salah satu partai pendukung Jokowi di 2019 dan partai yang mengusung Ridwan Kamil di Jabar dan Khofifah di Jawa Timur.

Baca juga  PAN Bantah Soetrisno Bachir Dukung Jokowi

Ketegangan tidak berhenti sampai disitu. Setelah Pilkada Serentak 2018 KPK buru-buru memanggil kader PDIP Ganjar Pranowo untuk memberikan kesaksian atas kasus KTP Elektronik. Kedatangan Ganjar ke KPK menjadi headline dibanyak media nasional, baik cetak maupun elektronik. Terbaru, kasus BLBI kembali dilanjutkan KPK. Sejumlah nama dipanggil seperti Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli.

Kwik Kian Gie dikenal sebagai sosok yang vocal mengatakan PDIP adalah partai yang korup. Rizal Ramli yang terkenal dengan Rajawali Ngepret ini juga termasuk tokoh yang susah dikendalikan. Ini tentu kerugian besar bagi PDIP jika isu ini terus digoreng oleh media masa.

Tidak ingin merasa Jokowi di atas angin, sejumlah strategipun mulai dimainkan. Salah satunya dengan menculnya Barisan Jokowi-Budi Gunawan (Barjodi). Barisan ini dikabarkan dalam waktu dekat akan dideklarasikan disejumlah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Baca juga  Ada “Istana” di Balik Fitnah Asia Sentinel Terhadap SBY?

Budi Gunawan sebagai seorang Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tentunya tidak bisa dianggap sebelah mata. Data dan informasi penting saat ini di dalam genggamannya. Salah dalam bersikap, bisa jadi Jokowi yang tenggelam di 2019.

Jejak rekam Budi Gunawan tidak bisa dilepaskan dari nama Megawati dan PDIP. Sejumlah informasipun mengatakan Budi Gunawan adalah sosok kunci yang dimainkan PDIP dalam pemenangan Jokowi pada 2014. Berbagai analisa dari awal juga telah menyebutkan jika PDIP berhasrat menggandengkan Jokowi dengan Budi Gunawan. Dengan dibentuknya Barjodi ini, sepertinya PDIP sedang ingin menunjukkan ke Jokowi bahwa Jokowi sejatinya adalah petugas partai.

Barjodi adalah “Jebakan Batman” bagi Jokowi. Jika Jokowi nekat terima pinangan Budi Gunawan, maka siap-siaplah ditinggal partai pengusung yang lain. Namun apabila menolak, Jokowi harus menyiapkan tameng untuk menyelamatkan diri dari serbuan intelijen. Selamat berjuang untuk Jokowi menuju 2019.

Burhanudin Bustami, Pengamat Sosial Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here