Bawaslu Temukan Hampir Tiga Juta Nama Ganda di DPT

0
Bawaslu Temukan Hampir Tiga Juta Nama Ganda di DPT

PolitikToday – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menyatakan pihaknya sudah menemukan sebanyak hampir tiga juta pemilih ganda otentik dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum. Menurut Abhan, sampai saat ini Bawaslu menemukan data tersebut setelah melakukan analisis terhadap jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai sekitar 176 juta versi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Hingga saat ini analisis Bawaslu sudah mencapai 492 kab/kota. Jumlah pemilih 176.988.126. Data ganda sebanyak 2.905.116,” kata Abhan Jumat (14/9) di Jakarta.

Ia mengatakan Bawaslu sudah menyisir DPT di 492 dari 514 Kabupaten/Kota. Ditambahkannya, data pemilih ganda ini kemungkinan akan meningkat, lantaran masih ada data pemilih di 22 kabupaten/kota yang belum dianalisis.

Sebelumnya, awal pekan ini Abhan mengatakan data ganda mencapai sekitar satu juta pemilih. Angka ini merupakan hasil analisis terhadap DPT di sebagian kabupaten/kota yang tersebar di Indonesia.

Baca juga  Tim Prabowo-Sandi Minta KPU Pastikan Tak Ada Masalah Soal DPT

Lebih jauh ia menyatakan DPT ganda itu ditemukan dengan menyaring berdasarkan tiga kategori, yakni Nomor Izin Kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir. Hasilnya ditemukan sekitar satu juta data pemilih serupa.

“Hasil analisis kegandaan mendasarkan pada elemen NIK, Nama dan Tanggal Lahir yang identik,” kata dia.

Sebelumnya, koalisi pendukung bakal calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menemukan 6,3 juta pemilih ganda dalam DPT. Temuan itu berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan tim internal koalisi.

“Kami melakukan validasi, ada kejelasan yaitu masih ada 6,3 juta DPT ganda. Ini masih bergulir terus, kemungkinan bisa berkurang lagi,” sebut Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Jakarta Selatan, Senin (10/9) lalu.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan validasi dan penyisiran atas DPT yang diberikan KPU dalam masa perpanjangan waktu selama sepuluh hari.

Baca juga  Surat Ederan Sebagai Pengangkatan PTT Kemenkes Jadi PNS

Sementara itu, Hinca Pandjaitan dari Demokrat juga meminta KPU memeriksa kembali DPT yang ditenggarai bermasalah tersebut. Hinca menambahkan, koalisi pendukung Prabowo mendesak KPU untuk menunda penetapan DPT sampai persoalan DPT ini dapat diterima semua pihak.

Disisi lain, Komisioner KPU Viryan Azis menjamin pihaknya akan merekapitulasi DPT hasil perbaikan atau penyempurnaan pada 16 September 2018 mendatang. Viryan mengatakan data ganda akan terus menyusut setelah dilakukan verifikasi lebih cermat, misalnya dengan menggunakan lebih dari empat kategori.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here