Bawaslu Tidak Merekomendasikan Pemecatan 6 Guru Honorer yang Berpose Dua Jari

0
Bawaslu Tidak Merekomendasikan Pemecatan 6 Guru Honorer yang Berpose Dua Jari

PolitikToday – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten, Didih M Sudi menerangkan, bahwa pemecatan 6 guru honorer di SMAN 9, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tanggerang, dilakukan tanpa rekomendasi Bawaslu.

“Jadi, pemberhentian itu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Badan Kepegawaian Daerah) tidak berkaitan dengan Bawaslu. Belum ada rekomendasikan apapun dari Bawaslu,” ujarnya, Jumat (22/3).

Didih menerangkan, Bawaslu yang dalam hal ini Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tanggerang, sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terkait aksi pose dua jari yang dilakukan keenam guru honorer tersebut.

“Bawaslu masih melihat apakah ada unsur kampanye, adakah keterlibatan tim kampanye atau pelaksana kampanye disitu. Mengingat, itu tempat pendidikan dan ada bahan kampanye stiker. Semua akan terjawab setelah proses klarifikasi selesai,” katanya.

Didih juga mengatakan sampai saat ini tidak ada komunikasi antara Bawaslu dengan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait aksi keenam guru honorer yang berpose dua jari tersebut.

“Tidak komunikasi, kami baru meminta keterangan 6 orang guru tersebut kemarin sore Jumat (22/3). Jadi ada atau tidak adanya pelanggaran, Bawaslu tetap melakukan proses pemeriksaan secara transparan dan profesional,” tegasnya.

“sementara untuk penanganan pelanggaran akan berlangsung selama 7 hari. Kalau pun nantinya dibutuhkan perpanjangan, nanti akan dapat diperpanjang lagi selama 7 hari,’ terang Didih.

(bs)

Baca juga  Gara Gara Pose Stiker Paslon Prabowo-Sandi Guru Honorer Banten Dipecat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here