BEM Se Indonesia Sebut Ada Upaya Gembosi Gerakan Mahasiswa

0
Aksi mahasiswa menolak adanya praktik adu domba serta penyampaian kritik kepada Presiden

Upaya penggembosan gerakan mahasiswa melalui kegiatan yang disamarkan melalui “Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia” disesalkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia (BEM SI). Jambore dan silaturahmi mahasiswa terlaksana di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 4 hingga 6 Februari 2017.

Koordinator Pusat Aliansi BEM-SI, Wildan Wahyu Nugroho, menegaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda yang memiliki tendensi politik dan disetting untuk pro terhadap pemerintahan Joko Widodo dan mematikan ruh mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah.

“Kegiatan tersebut sarat dengan politisasi pada mahasiswa untuk mendukung salah satu figur partai dengan menggunakan embel-embel mahasiswa, dengan kata lain panitia telah berbohong dan mengotori marwah mahasiswa,” ujar Wildan dalam keterangannya, Rabu (8/2/2017).

Dia menyebutkan, selain memecah-belah gerakan mahasiswa, penggembosan yang dibungkus Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa itu juga menggiring mahasiswa untuk melakukan aksi turun ke jalan dengan konten tuntutan yang telah panitia siapkan. Dengan kata lain, mereka ditunggangi kepentingan politik.

Terkait dengan adanya perwakilan mahasiswa di Jambore, seluruh BEM Perguruan Tinggi yang tergabung dalam anggota Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan tidak pernah mendelegasikan mahasiswa dalam agenda tersebut.

“Kami menuntut Presiden Republik Indonesia mengklarifikasi agenda Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia. Itu bukanlah agenda mahasiswa, seperti yang diklaim panitia,” tegas Wildan.

BEM-SI secara keras menolak politisasi dan penunggangan gerakan mahasiswa. Serta mengecam upaya pecah belah bangsa dan pengkhianatan terhadap Pancasila dan nilai luhur bangsa Indonesia. BEM-SI mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk senantiasa satu komando dan menjaga ruh pergerakan mahasiswa yang berlandaskan pada pembelaan rakyat dan akan selalu berada di pihak rakyat serta konstitusi yang berlaku,”

Baca juga  Hutang Pemda ke BPJS Kesehatan Mencapai Rp. 1,2 T

“Kesatuan dan persatuan Negara Republik Indonesia adalah harga mati. Barang siapa yang dengan sengaja mengadu domba dan menimbulkan rasa benci maka sesungguhnya telah mengotori martabat bangsa dan negara ini,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here