Beri Angin Abraham Samad, NasDem Tidak Serius Capreskan Jokowi?

0
866
Pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi mempertanyakan keseriusan Partai NasDem untuk mengusung Jokowi pada Pilpres 2019. Pasalnya Partai NasDem terkesan masih memberi peluang Capres kepada Abraham Samad
Mantan Ketua KPK Abraham Samad menjawab pertanyaan wartawan seusai menemui Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS Jakarta, Kamis (24/5). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi serta memaparkan ide dan gagasan terkait membangun negara, khususnya dalam bidang pemberantasan korupsi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/18.

PolitikToday – Pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi mempertanyakan keseriusan Partai NasDem untuk mengusung Jokowi pada Pilpres 2019. Pasalnya Partai NasDem terkesan masih memberi peluang Capres kepada Abraham Samad

“Isi pembicaraan Abraham Samad dan Surya Paloh kan tidak hanya Cawapres, tetapi juga Capres. Sudah menyatakan dukung Jokowi, kok masih main mata? Masih memberi angin surga buat yang lain?” kata Uchok, Rabu (11/7/2018).

Ucok menyebut, seandainya NasDem memberi harapan berupa dukungan Cawapres untuk Samad, hal itu seolah melupakan sejarah hitam bahwa mantan Ketua KPK itu pernah diberhentikan Presiden Jokowi.

“Masak orang yang pernah diberhentikan Jokowi dengan tidak hormat mau dipasangkan dengan Jokowi? Ini jelas seperti ingin melempar kotoran ke muka Jokowi,” tegas Direktur Center For Budget Analysis (CBA) ini.

Baca juga  Kalau Ma’ruf Tidak Minta Maaf, Elektabilitas Jokowi Terancam Tergerus

Uchok menilai yang mesti dilakukan NasDem sebagai bagian dari koalisi pendukung Jokowi sekarang adalah menjaga soliditas antarsesama partai.

“Main mata Nasdem seperti ini justru akan merusak soliditas yang sedang ingin terus dimantapkan koalisi partai pendukung Jokowi,” tutupnya.

Sebelumnya, Abraham Samad menemui Ketua Umum NasDem Surya Paloh di kantornya, Gondangdia, Jakarta Pusat, (10/7/2018). Dalam pertemuan itu, Paloh mengaku sempat menodong pertanyaan kepada Samad.

“Mau nyapres, ya?” tanya Surya Paloh.

Mendapat pertanyaan itu, Abraham menjawab, “Terserah NasDem memposisikan saya cocok jadi Presiden atau Wakil Presiden.”

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here