Bersaksi di Sidang Setnov, Ganjar Sebut Puan Tahu Semua Perkembangan Proyek KTP-el

0
PDI-P Sudah Kantongi Nama Cawapres Jokowi, Siapa Dia?
Puan Maharani

PolitikToday – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Menko PMK Puan Maharani, tahu persis semua perkembangan proyek pengadaan KTP elektronik, saat putri Megawati Soekarnoputri itu menjabat ketua Fraksi PDIP di DPR pada periode 2009-2014.

“Semua biasanya ada laporan (kepada ketua Fraksi),” ujar Ganjar di ruang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (8/2).

Mantan anggota DPR itu dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan atas terdakwa kasus KTP-el, Setya Novanto.

Sebagai saksi, Ganjar mengakui bahwa perkembangan proyek pengadaan KTP-el terus dilaporkan kepada Puan. Kendati demikian, Ganjar tak menjelaskan secara rinci laporan apa yang biasa ia sampaikan ke Puan. 

Nama Ganjar pertama kali disebut dalam pembacaan surat dakwaan terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto pada 9 Maret 2017. Ganjar disebut Jaksa Penuntut Umum turut menerima aliran dana dalam korupsi proyek tersebut. 

Ganjar juga disebut menerima uang sebesar 25 ribu dolar AS dari eks anggota Komisi II DPR, Miryam S. Hariyani. Uang yang diberikan Miryam adalah pemberian Sugiharto untuk membiayai operasional pimpinan Komisi II DPR.

Sebelumnya, kuasa hukum Setnov, Firman Wijaya mengaku pihaknya menunggu Jaksa penuntut KPK untuk menghadirkan Puan Maharani di sidang perkara korupsi KTP-el.

“Kita tidak tahu (kapannya), kita ikuti saja proses hukum, kan pembuktian ini, saksi-saksinya domain KPK, kita tunggu saja,” kata Firman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018).

Firman tidak membantah adanya dugaan KPK melindungi pihak partai penguasa. Namun, pihaknya masih menunggu ketegasan KPK untuk menghadirkan fraksi PDI-P di persidangan perkara korupsi KTP-el.

Sejauh ini, KPK sudah memeriksa sejumlah mantan Ketua fraksi asal Golkar, Setnov, dan mantan Ketua fraksi asal Demokrat, Anas Urbaningrum serta Jafar Hafsah. Namun, KPK hingga saat ini belum memintai keterangan dari mantan Ketua fraksi PDI-Perjuangan.

Padahal, dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, tiga partai besar yakni Golkar, Demokrat, dan PDI-P disebut-sebut turut kecipratan uang panas proyek KTP-el. Ketiga partai besar itu diduga menerima aliran dana dengan jumlah yang berbeda-beda.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here