BLBI dan Puan Maharani Apa Kabar?

0
1433
BLBI dan Puan Maharani Apa Kabar?

Tahun politik 2019 terasa sudah sangat dekat. Aura panasnya sudah mulai terasa. Sejumlah perkara yang terkesan abal-abal dan dipaksakan sudah mulai dimainkan. Terlihat keputusan janggal yang dibuat hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dalam proses pra peradilan.

Putusan pra peradilan yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) yang dikoordinatori Boyamin Saiman memerintahkan KPK untuk menetapkan Boediono sebagai tersangka. Aneh bin ajaib. Hal ini tak pelak membuat sejumlah pihak tersenyum sungging.

Sejumlah pihak mempertanyakan ada apa gerangan dibalik memanaskan isu Century yang seyogyanya telah clear dan tutup buku. Tebak-tebakan dimulai dari penyerangan terhadap SBY dan Demokrat, mengalihkan isu Puan Maharani dan Pramono Anung, dan pengungkapan kasus BLBI. Itulah beberapa analisa yang menggelembung kepermukaan.

Wajar saja jika isu Century dijadikan alat untuk memukul mundur SBY dan partai Demokrat. Pertama, beberapa waktu belakangan terlihat kemesraan antara dua tokoh besar negeri ini saling menunjukkan kedewasaan dalam politik yang santun. SBY dan Jokowi terlihat akrab, bahkan Jokowi tidak sungkan mengatakan dirinya adalah seorang “Demokrat” di depan para peserta Rakornas partai berlambang Mercy tersebut.

Kedua, terkesan ada upaya memukul mundur laju Partai Demokrat yang saat ini sedang mengalami trend kenaikan dengan tokoh muda yang dimunculkan seperti AHY. Dalam beberapa analisa lembaga survey terlihat elektabilitas putra sulung SBY ini terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan disebutkan, AHY adalah salah satu cawapres terkuat dan tidak tertutup kemungkinan menjadi calon presiden alternative.

Baca juga  Desak Hapus Presidential Threshold, Massa Desak MK Jadi Mahkamah Akal Sehat

Apalagi yang mengajukan pra peradilan adalah MAKI yang digawangi Boyamin Saiman. Beberapa kali koordinator MAKI ini membela klien yang menyerang SBY. Walaupun sebelumnya dirinya sendiri acap kali menyerang kliennya tersebut.

Sebut saja Antasari Azhar, Boyamin Saiman disebut salah satu orang yang menyebabkan mantan Ketua KPK ini mendekam dipenjara. Tapi Boyamin jug membela Antasari disaat mantan Ketua KPK ini menuding pemerintah saat itu telah melakukan kriminalisasi terhadap dirinya. Begitu juga pembelaannya terhadap Firman Wijaya yang menuding SBY terlibat EKTP. Sebelumnya ia juga mengkritisi pengacara Setya Novanto tersebut terkait kasus korupsi yang dilakukan oleh Setnov.

Selain itu, kasus Century juga dinilai banyak orang sebagai upaya untuk menutup rapat kasus Puan Maharani dan Pramono Anung yang disebut-sebut oleh Setya Novanto menerima aliran dana korupsi EKTP. Bahkan dalam pembacaan pledoinya, Setnov juga sempat membacakan puisi yang terkesan menyentil dua nama tersebut.

Dalam puisinya Setnov mengatakan ada yang bersembunyi di kolong meja berlama-lama karena takut dakwaan menjadi seru. Puisi ini juga menyinggung soal pembantu yang sengaja pura-pura tidak tahu walaupun ada debu di kolong meja. Spekulasi dan asumsi yang beredar di tengah masyarakat mengisyaratkan bahwa sindiran tersebut dialamatkan kepada Jokowi yang diplot PDIP sebagai petugas partai.

Baca juga  Remaja 14 Tahun Jadi Calon Gubernur di AS

Spekulasi lain terkait kejanggalan kasus Century ini adalah untuk menenggelamkan kasus mega skandal korupsi di era Megawati, yaitu BLBI. Kerugian negara yang mencapai ratusan triliun tersebut sampai saat ini belum juga tuntas. Bahkan Rachmawati Soekarnoputri dengan tegas mengatakan kakaknya Megawati yang saat itu menjabat sebagai Presiden merupakan tersangka utama yang harus bertanggung jawab.

Beberapa analisa di media sosial mengatakan, pencalonan Jokowi sebagai capres dari PDIP tidak lepas untuk mengamankan skandal korupsi tersebut. Benar atau tidaknya, tentu hal ini harus ditunjukkan Jokowi dengan sikap tegas menjunjung tinggi hukum dan berpihak kepada KPK dalam memberantas korupsi. Jangan sampai Jokowi dicap sebagai boneka karena dianggap petugas partai yang bertugas mengamankan kasus dari pemberi tugas.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here