BPN Jadikan Kenaikan Gaji PNS Sebagai Bukti Kecurangan Pilpres

0
BPN Jadikan Kenaikan Gaji PNS Sebagai Bukti Kecurangan Pilpres

PolitikToday – Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi dalam persidangan perdana di Mahkamah Konstitusi (MK) menyebutkan kenaikan gaji PNS sebagai langkah kecurangan petahana.

Pencairan gaji PNS yang naik 5 persen pada April 2019 dianggap sebagai upaya menggiring PNS atau pun ASN untuk kembali memilih Jokowi di Pilpres 2019. Hal ini lantaran selama 5 tahun menjabat, Presiden Jokowi belum pernah menaikkan gaji PNS, dan baru dilaksanakan di akhir masa pemerintahannya.

“Ketidaklazimannya bisa dilihat selama 5 tahun tidak pernah ada kenaikan gaji dan sebagainya. Tiba-tiba ada kenaikan gaji, Tunjangan Hari Raya (THR) yang disatukan, dan juga gaji ke-13 PNS. Jadi ketidaklaziman ini menunjukkan bahwa ada upaya untuk menggiring PNS untuk kembali memilih presiden,” jelas Tim ekonomi, penelitian, dan pengemban Badan Pemenangan Nasional (BPN) Haryadin Mahardika, Senin (17/6).

Haryadin mengatakan, seharusnya kenaikan gaji PNS dapat dilakukan dari awal jika niatnya untuk mensejahterakan PNS atau pun ASN.

“Jokowi kan berkuasa sejak 2014 akhir. Kalau itikadnya memang untuk menyejahterakan PNS seharusnya sejak awal kenaikan gaji itu sudah diumumkan atau direncanakan. Misalnya 2015 sudah ada kenaikan gaji, 2016 sudah ada kenaikan gaji. Karena memang lazimnya kenaikan gaji itu menjadi hak dari PNS,” tegasnya.

Sementara itu, menurut anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Eva Kusuma Sundari, tidak setuju atas tudingan BPN yang menyebut kenaikan gaji PNS merupakan upaya petahana menggiring suara aparatur pemerintah. Menurutnya, data pemilih ASN justru lebih banyak memilih paslon 02.

“Jangan menghina ASN dan TNI-Polri atau bahkan BUMN, faktanya menurut riset, mereka banyak pilih 02. Jadi mereka pemilih yang independen, dan memang 01 tidak praktik money politik ke mereka,” bantahnya, Minggu (16/6).

Baca juga  Sengketa Pileg, MK Siapkan Tiga Panel Majelis Hakim

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here