Bukan Kader Demokrat Lagi, Mirwan Amir Diduga Punya Maksud Tertentu Tuding SBY

0
287
Mantan anggota DPR Mirwan Amir (kiri) menunggu untuk diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/1). (ant)

PolitikToday – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto menilai pernyataan Mirwan Amir dalam sidang perkara korupsi proyek KTP elektronik (KTP el) mempunyai maksud tertentu.

Menurut Agus, ada kemungkinan ucapan Mirwan membawa-bawa nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bernuansa politik yang berkaitan dengan tahun politik. Apalagi Mirwan sudah tidak lagi menjadi kader Partai Demokrat.

“Yang jelas yang nyuruh dan enggak itu nomor dua tapi yang jelas kan pak Mirwan sekarang sudah bukan partai Demokrat. Dia adalah mantan kader Demokrat yang tentunya kita ketahui sekarang ini tahun-tahun politik ya bisa saja mempunyai implikasi-implikasi tertentu dan tujuan-tujuan tertentu,” ujar Agus saat ditemui di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/2).

Agus menjelaskan saat ini SBY sedang mempersiapkan materi yang tepat supaya masyarakat tidak salah paham dengan apa yang diucapkan oleh Mirwan Amir di muka persidangan.

“Pak SBY akan mempersiapkan untuk jawaban-jawaban itu untuk meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Itu tentunya dengan persiapan-persiapan yang lebih matang supaya kita semuanya juga dapat meluruskan permasalahan itu serba dengan betul dan benar,” jelas Agus Hermanto yang juga ipar SBY.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Mirwan mengaku sempat meminta SBY selaku presiden untuk menghentikan proyek pengadaan KTP el karena mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin bahwa ada masalah dalam pelaksanaan proyeknya. Hal itu disampaikan Mirwan kepada SBY saat ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Namun, menurut mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu, SBY menolak menghentikan proyek KTP el yang sedang berlangsung karena saat itu menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin meyakini, Mirwan memberi kesaksian palsu dalam upaya menutupi keterlibatan dirinya sendiri dalam proyek yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu.

Amir menilai, perbuatan Mirwan ini perlu diusut sebagai tindak pidana memberikan kesaksian palsu di persidangan.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here