CSIS: Pilpres 2019 Fokus pada Pencarian Wakil Presiden

0
207

PolitikToday – Menurut pengamat politik The Centre for Strategic & International Studies (CSIS), Arya Fernandes, Pilpres 2019 dipastikan akan terpusat pada pencarian wakil presiden. Hal ini disebabkan pada hasil survei yang selalu mengerucut pada dua nama, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

“Cukup sulit untuk memunculkan nama baru. Kebanyakan survei hanya dua nama, Prabowo Subianto dan Joko Widodo,” katanya.

Arya mengatakan, pendamping masing-masing calon presiden juga berdampak besar pada Pilpres 2024 nanti. Pasalnya, yang menang di Pilpres 2019 mempunyai peluang cukup besar untuk memenangkan kontestasi berikutnya.

Oleh karena itu, ia memprediksi di Pilpres 2024 nanti kemungkinan akan diramaikan oleh tokoh-tokoh baru berlatar belakang kepala daerah.

Baca juga  Jokowi Diminta Jaga Diksi dan Tidak Memprovokasi Pendukungnya

“Siapa yang mendampingi Jokowi di 2019 akan sangat penting untuk membuka jalan di 2024. Pilpres 2024 ini akan diisi orang-orang baru semua. Posisi ini penting karena akan menjadi penentu nanti dan Jokowi tidak bisa lagi mencalonkan diri,” ungkap Arya, Sabtu (6/1).

Adapun dalam survei Indobarometer pada November 2017 lalu, terdapat beberapa kandidat calon wakil presiden yang akan mendampingi petahana. Di antaranya adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, Ridwan Kamil, Moeldoko, Puan Maharani, Tito Karnavian, dan Budi Gunawan.

Dalam hasil survei tersebut, Agus Harimurti Yudhyono (AHY) muncul sebagai kandidat terkuat. Ia mengantongi elektabilitas untuk mendampingi Jokowi sebesar 17,1 persen. Di posisi kedua ada Gatot Nurmantyo dengan angka 15,9 persen, diikuti Waki Kota Bandung, Ridwan Kamil 9,5 persen, serta mantan Panglima TNI Jenderal TNI (purn) Moeldoko.

Baca juga  Seskab Sebut Partai Koalisi Jokowi Akan Bertambah

Puan Maharani, putri dari Megawati Soekarnoputri yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), berada di urutan ke lima dengan angka 2,8 persen.

Sementara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Kepala Badan Intlijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan sama-sama mendapat 0 persen.

(ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here