Demokrat-Gerindra Bersatu: “Low Cost High Performance”

0
2289
Demokrat-Gerindra Bersatu: “Low Cost High Performance”

Menarik duet Prabowo-AHY ini. Ibarat seperti pilgub Jatim. Prabowo hampir sama seperti Khofifah. Sudah 2 kali berkontestasi dan 2 kali juga kalah. Di dua kontestasi tersebut Khofifah selalu berlawanan dengan calon yang didukung SBY.

Sama dengan Prabowo. Dua kali pilpres tidak pernah didukung dan bahkan jadi penantang SBY, dan hasilnya: dua kali Prabowo kalah! Pada kontestasi ke 3 di pilgub Jatim, Khofifah akhirnya berhasil menang dan menjadi Gubernur, karena didukung SBY. Sepertinya Prabowo juga akan bisa menjadi Presiden pada pilpres ke-3 nya, jika SBY mendukung.

SBY seperti “puzzel” yang hilang untuk kedua tokoh ini. Diluar itu, yang menjadi persoalan bagi Khofifah dan Prabowo juga sama, pada posisi wakil. Wakil yang digandeng sebelumnya tidak mampu hadir sebagai “vote getters” atau pendulang suara. Tidak punya efek kejut. Dan segmen pemilihnya juga tidak jelas. Sehingga mentok. Kalau dianalogikan, AHY punya kesamaan dengan Emil disisi ini. Basis pemilih milenial, anak muda mayoritas di Pilpres 2019 besok.

Baca juga  PKS: Jokowi Mulai Takut Hadapi Pilpres 2019

Untuk urusan logistik, sebenarnya apa yang dilakukan Prabowo dan Gerindra beberapa waktu belakangan ini juga merupakan langkah tepat. Disadari atau tidak, dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam penggalangan dana, bisa juga dijadikan alat ukur sejauh mana sebenarnya antusiasme dan dukungan masyarakat kepada Prabowo sebagai calon Presiden. Sekaligus bisa juga sebagai pembanding untuk mengukur betul tidaknya dukungan terhadap Prabowo didalam berbagai survey belakangan ini yang angkanya agak anomali ditengah anjloknya elektibilitas petahana.

Hal yang menarik juga adalah masyarakat akan sangat bersimpatik dengan usaha Prabowo ini, dimana isu bahwa Prabowo tidak punya logistik untuk “nyapres” menunjukan kemandirian-nya. Bebas dari dukungan asing dan “aseng”.

Duet Prabowo-AHY ini juga jelas mampu menekan kebutuhan logistik pilpres. Karena didukung 2 Partai besar yang telah melebihi syarat threshold pencalonan sehingga tidak lagi butuh mahar. Jaringan struktur Partai Demokrat dan Gerindra juga sudah lengkap dan eksis berdiri diseluruh pelosok Indonesia ini. Sehingga biaya saksi yang biasanya menguras logistik besar sekali, juga pasti akan minimal di pasangan ini. Pasangan ini menunjukkan hadir sebagai simbol capres dan cawapres berdaulat. Bukan capres dan cawapres boneka yang disokong uang asing dan aseng.

Baca juga  Duet Rizal Ramli – AHY Bisa Atasi Masalah Bangsa

Dua partai besar bersatu, mengusung kader terbaiknya pastilah juga akan memunculkan semangat “spartan” tersendiri di kader kedua Partai yang tersebar diseluruh Indonesia ini. Inilah yang dinamakan Demokrat-Gerindra bersatu: “low cost, high performance”. Selamat datang Prabowo-AHY kandidat berdaulat. Salam tegas, berani, berwibawa.

Jansen Sitindaon, Dewan Pakar Jaringan Nusantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here