Demokrat Torehkan Sejarah Baru Politik di Negeri Para Raja

0

Berakhir sudah 3 hari kerja politik DPP Demokrat di Sulawesi Selatan khususnya kota Makassar. Sulawesi Selatan adalah negeri Raja-raja, negeri para pemberani, negeri yang memang sedari dulu sejak bernama Nusantara menjadi salah satu negeri atau daerah yang mencetak dan menuliskan sejarah besar di catatan panjang Nusantara hingga menjadi sebuah negara bernama Republik Indonesia. Sulawesi Selatan adalah daerah yang mengirimkan putera puterinya menjadi tokoh besar dalam catatan politik maupun pemerintahan bangsa besar bernama Indonesia.

Makassar sungguh menerima kehadiran rombongan DPP Demokrat dengan cukup ramah, hangat dan penuh kerinduan dengan sosok SBY yang memang pernah memimpin Republik ini selama 10 tahun menjadi Presiden. Jejak SBY banyak kami temukan di Makasar sejak sebelum Presiden hingga selama menjabat Presiden. Jejak itu kami temukan berada mulai di gedung tinggi seperti gedung media Fajar hingga sebuah warung makan bernama Bahari.

Sang Walikota Makasar bahkan dengan keramahan yang sama sekali di luar dugaan saya, menerima rombongan Demokrat dengan iklas, tulus serta menjamu makan siang seluruh rombongan di kediaman sang Walikota. Keramahan yang jarang saya temukan saat ini dari para pemimpin daerah, bahkan sang Walikota terlihat sangat sibuk mencermati seluruh tamunya jangan sampai ada yang kekurangan sesuatu. Melayani, sebuah kata yang saya sematkan dalam penilaian saya, dan saya berpikir bahwa sang Walikota memang layak menjadi tokoh dengan kebersahajaan dan keramahannya. Yang pasti karakter itu bagi saya adalah karakter seorang berhati mulia yang menitis dari para leluhur Sulawesi, negeri para Raja.

Neopolitik, Demokrat Melayani

Pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan yang mengambil tema sederhana, melayani rakyat dan berada di tengah rakyat mendapat perhatian tersendiri bagi saya yang mendapat kehormatan menyaksikan dari dekat kerja politik Demokrat ke Sulawesi Selatan. Demokrat memilih sebuah kawasan yang ekonomi rakyatnya tergolong pra sejahtera, namun kawasan tersebut tampak tertata rapi meski sederhana dan sesungguhnya termasuk daerah yang layak subsidi. Adalah Lette nama daerah tersebut, sebuah tempat kecil dengan jalan kecil dengan sebuah aliran kali kecil yang membentang mengirimkan airnya kelautan.

Baca juga  Kesatria Sikapi Hasil Pilkada, AHY Dianugerahi Democracy Award

Dengan berbekal kesederhanaan, panggung arena pelantikan pengurus dibentangkan di atas kali yang mengalir. Ada semangat ingin mengangkat Lette dan para penduduknya untuk bangkit secara ekonomi dan politik. Demokrat dalam pengamatan saya ingin mengirimkan pesan kepada seluruh rakyat nusantara bahwa Demokrat adalah partai besar yang sederhana, yang berada ditengah rakyat dan bukan partai eksklusif yang berada digedung mewah dan jauh dari rakyat. Demokrat sedang memainkan gaya baru berpolitik. Neopolitik, Demokrat Melayani.

Demokrat Melayani adalah mengirimkan seluruh pemimpinnya yang sedang berada di wilayah jabatan pemerintahan/eksekutif maupun legislatif untuk turun menjadi pelayan rakyat. Ada pesan moral yang tersirat bahwa Demokrat adalah ibarat seorang ibu yang merawat anak-anaknya, sehingga seluruh kader harus menjadi pelayan yang merawat kehidupan rakyat dengan berbagai macam cara dan metodologi. Setidaknya, itulah yang saya bisa tangkap dari pernyataan Sekjen DPP Demokrat Hinca Panjaitan dalam setiap pesan-pesan politiknya kepada kader. Perumpamaan yang mudah dipahami, dan tidak perlu penjabaran makna. Itulah Neopolitik Demokrat.

Srikandi Demokrat Kala Rintik Hujan di Gang Sempit

Di tengah rintik hujan yang turun membasahi bumi dan tanah di Lette, di sela kemeriahan rakyat bersama Demokrat, saya kemudian mengikuti langkah Sekjen DPP Demokrat yang didampingi Wakil Ketua BPOKK Sarjan Taher, Wakil Ketua KPP Boyke Novrizon, Wakil Ketua Depolhukam Haris Wijaya serta Imeldasari kadiv komunikasi bersama sederet pengurus lainnya berjalan menyusuri perkampungan di Lette, mengetuk pintu rumah dalam rangka Demokrat Melayani, berbagi kebahagiaan serta meringankan beban rakyat yang memang masuk dalam kategori pra sejahtera.

Ada yang menarik dari perjalanan menyusuri jalan kecil dan gang sempit di kampung Lette. Di bawah rintik hujan yang cukup membahasi, saya melihat ada sederet srikandi-srikandi Demokrat yang turut serta menyusuri perkampungan. Tanpa merasa terganggu oleh titik air hujan yang membahasi, mereka penuh semangat melakukan kerja politik Demokrat Melayani. Sebut saja di antaranya Fetty, Tendry Megawati, Rara dan Andin. Bagi saya mereka adalah bidadari Demokrat yang yang penuh ketulusan melayani rakyat hingga di gang sempit. Saya berdecak kagum, dan terinspirasi menuliskan para bidadari tersebut dalam artikel ini.

Baca juga  Beda SBY dan Jokowi Atasi Krisis Kemanusiaan Rohingya

Ternyata, DPD Demokrat Sulawesi Selatan di bawah pimpinan Ni’matullah sebagai ketua dan Daeng Ichal sang wakil walikota sebagai sekretaris menempatkan pengurusnya lebih dari 50% adalah srikandi politik Demokrat.

Filosofi Kue Barongko dalam Berpolitik

Selepas kami menyusuri perkampungan Lette, melayani rakyat meski tidak mungkin menyenangkan semua rakyat yang jumlahnya puluhan ribu, kami beranjak menuju jamuan makan wujud kerahaman sang Walikota Makasar. Ada yang menggugah saya kala itu, bukan jamuan makannya atau keramahan sang Walikota bersama ibu Wali. Mata saya tertuju pada sebuah kudapan kecil, kue rakyat khas Makasar bernama Barongko.

Barongko adalah sebuah kudapan ringan yang dibungkus dengan daun pisang sebelum dimasak. Sangat nikmat, manis dan memanjakan lidah saat saya membuka bungkus pisangnya dan menikmati kue Barongko tersebut. Pikiran saya kemudian menerawang mencari makna dan hubungan antara Barongko dengan kerja politik Demokrat. Ternyata kerja politik Demokrat kali ini juga mewakili semangat filosofi Barongko. Dibungkus dengan daun pisang yang murah, kue yang murah harganya tapi tidak murahan, kue yang manis dan mampu memaksa kita untuk mengucapkan kata pujian atas rasa nikmat Barongko.

Begitu jugalah kerja politik Demokrat kali ini, dibungkus dengan pelantikan pengurus daerah yang murah dari segi biaya, tapi hasilnya begitu manis di tengah rakyat, mampu memaksa lidah untuk memuji kerja politik Demokrat yang melayani dan memberikan biaya pengobatan terhadap seorang nenek yang ditemukan terbaring sakit saat menyusuri jalan kecil dan gang sempit mengetuk pintu rakyat. Itulah manisnya kerja politik Demokrat, hampir sama dengan kue Barongko, murah tapi nikmat dan manis.

Keliling Nusantara untuk Kerja Politik

Setelah menikmati Barongko dan aneka makanan khas di kediaman Walikota, rombongan Demokrat kemudian meluncur ke jalan raya dijantung kota Makasar. Ada yang menarik, kerja politik tidak boleh meninggalkan sampah dan aneka alat peraga yang berpotensi mengurangi keindahan kota. Rombongan pun bergerak bersama melakukan pembersihan atribut partai dari jalanan. Saya pikir ini gila, belum pernah saya lihat ada partai melakukan hal ini, karena justru biasanya partai membiarkan atributnya berlama-lama terpasang meskipun jadi merusak keindahan kota. Ini sebuah kebiasaan yang unik dari sebuah partai, logika yang harus ditiru partai lain.

Baca juga  AHY Akhiri Rangkaian Kegiatan "Ngariung di Jabar" di Kota Depok

Dalam perbincangan dengan Sekjen Demokrat dalam perjalanan menuju bandara, saya bertanya tentang keliling nusantara ini untuk apa bagi Demokrat. Jawaban singkat yang menjawab seluruh pertanyaan saya dari Sekjen Hinca Panjaitan adalah, atas amanat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, maka mesin partai harus dihidupkan.

Jelas, ternyata keliling nusantara kerja politik ini adalah untuk menghidupkan mesin partai, menyampaikan paradigma baru Partai Demokrat ke seluruh kader Demokrat dan simpatisan bahwa Demokrat adalah pelayan, Demokrat Melayani. Neopolitik pilihan Demokrat untuk memenangkan hati rakyat, menempatkan rakyat berdaulat atas negara dan demokrasi.

Ke mana lagi Partai Demokrat ini kira-kira akan melanjutkan keliling nusantara untuk kerja politik? Saya berharap akan bersama-sama lagi untuk bisa menyaksikan dari dekat kerja politik dan penerapan neopolitik Demokrat.

Saya sepertinya jatuh hati kepada partai ini dan srikandi politiknya, karena Demokrat telah menorehkan sejarah baru politik di negeri para Raja, negeri para pemberani, Makasar..!!!

Oleh: Ferdinand Hutahaean

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here