Di Balik Strategi PKS Menjungkal Niat Nyapres Prabowo

0
373
Prabowo Maju Capres, PBB Bentuk Poros Ketiga

Politik Today – Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari enggan mengomentari wacana Prabowo Subianto akan memberi tiket capres kepada Gatot Nurmantyo untuk Pilpres 2019. Wacana ini merupakan strategi PKS agar kadernya mendapat jatah kursi calon wakil presiden lantaran Prabowo mundur.

“(Gatot menjadi capres, red) itu harapan PKS. Supaya dia bisa masukin wapresnya,” ujar Eva di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Karena itu, Eva mengaku enggan menanggapi lebih jauh soal wacana tersebut. Namun, ia meyakini  partai koalisi pendukung Joko Widodo tidak gentar jika nantinya Prabowo atau Gatot yang bakal diusung sebagai capres.

Sebagai koalisi pendukung petahana, Eva menyatakan pihaknya akan mengandalkan data sebagai salah satu sumber mendulang suara.

“Kami di pemerintah punya data. Lebih punya pilihan dan alternatif data untuk perang,” ujarnya.

Baca juga  KPU Patuhi Putusan MA soal Eks Koruptor Jadi Caleg

Sebelumnya diketahui dua politikus PKS telah memprediksi Prabowo Subianto tidak jadi maju sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2019.

“Saya punya analisa itu, tiket itu akan diberikan ke orang lain. Yang paling berkesempatan untuk mendapatkan itu adalah Gatot Nurmantyo,” ujar Nasir Jamil.

Nasir meragukan Prabowo masih memiliki logistik untuk 2019 setelah banyak dihabiskan di pertarungan Pilpres 2014.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid menilai Prabowo belum tentu maju sebagai capres pada pemilu presiden mendatang atau Pilpres 2019. Kemungkinan itu tetap terbuka mengingat Prabowo belum mendaftarkan diri sebagai capres ke KPU.

“Ya selama itu belum didaftarkan, peluang itu masih tetap ada. Pengalaman selama ini begitu saja,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Senin (16/4/2018).

Baca juga  Gaduh Impor Beras, Mahasiswa Surabaya Gelar Aksi

Lagi pula, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra kemarin, Prabowo belum mendeklarasikan diri sebagai capres. Hidayat menilai, saat itu Prabowo hanya menerima mandat dari Partai Gerindra, bukan mendeklarasikan diri sebagai capres.

“Pak Prabowo belum menyatakan, ‘Saya maju sebagai calon presiden’. Beliau mengatakan, ‘Kalau diberi mandat saya siap’. Tapi beliau belum mengatakan, ‘Saya siap sebagai calon presiden’,” ucap Hidayat.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here