Di Pilkada Garut, Kandidat Demokrat-PKB Juga Tak Lolos Verifikasi KPU

0
101

PolitikToday – Selain di Pilada Sumatera Utara, kandidat yang diusung oleh duet Partai Demokrat dan PKB juga gagal melaju di Pilkada Garut. Dari enam pasang bakal calon yang mendaftar, KPU hanya menetapkan empat pasangan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Garut.

Empat pasangan calon yang lolos yakni Iman Alirahman – Dedi Hasan Bahtiar, Rudy Gunawan-Helmi Budiman- Radana Aditya Wicaksana dan Suryana – Wiwin Suwindarwati.

Sementara itu, pasangan Agus Supriyadi – Imas Uun Ubudiyah yang diusung Demokrat dan PKB, serta pasangan independen Soni – Usep tidak diumumkan lolos sebagai pasangan calon.

“(Pilkada Garut diikuti) empat pasangan calon (Bupati Garut),” kata Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi kepada wartawan di Gedung Intan Balarea, Jalan Patriot, Senin (12/2).

Usai pengumuman, petugas KPU Kabupaten Garut dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) langsung meninggalkan tempat dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Mereka meninggalkan area lokasi menggunakan kendaraan baracuda. Para wartawan yang hadir pun belum bisa mengkonfirmasi lebih lanjut.

Terkait pengamanan, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyatakan bahwa penggunaan mobil baracuda adalah prosedur standar untuk kondisi seperti ini.

“KPU dan Panwaslu ini adalah VIP yang harus mendapatkan pengamanan khusus. Mereka saat ini dibawa ke tempat aman,” katanya.

Para petugas KPU dinyatakan dlam status terancam. “VIP adalah fokus pengamanan,” ujarnya.

Keputusan dari KPU mendapat tentangan dari tim pemenangan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, Agus Supriyadi – Imas Aan Ubudiyah. Mereka menyatakan menolak hasil tersebut dan menilai pasangan yang didukungnya bisa sah mengikuti Pilkada Garut.

Perwakilan tim pemenangan Agus-Imas, Cecep Suhardiman menduga, keputusan tidak lolosnya pasangan yang didukungnya itu disebabkan Agus tidak memiliki surat keterangan (SK) dari Balai Pemasyarakatan Garut.

“Kami menganggap ini ada ketidakprofesionalan KPU. Kami minta panwaslu Kabupaten Garut agar mengkaji ulang keputusan KPU,” kata Cecep.

Ia mengakui bahwa Agus pernah menjadi seorang narapidana atas kasus korupsi. Namun, bukan berarti Agus tidak memiliki hak yang sama untuk menjadi Bupati Garut.

Pilkada Sumut

Di Sumatera Utara, pasangan JR Saragih-Ance Selian yang diusung Demokrat dan PKB juga dinyatakan gugur oleh KPU. Alasannya, ijazah Saragih tidak dilegalisasi oleh Dinas Pendidikan.

Saragih punya pandangan lain. Ia memiliki surat klarifikasi dari Dinas Pendidikan yang menyatakan ijazahnya asli. Bahkan persoalan ijazah itu dulu telah diputus oleh Mahkamah Konstitusi, sehingga mantan perwira TNI lulusan Akabri itu bisa menjabat sebagai bupati Simalungun untuk dua periode.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here