Dilan, AHY dan Peraih Adhi Makayasa

0
2934
Dilan, AHY dan Peraih Adhi Makayasa

Seusai menonton Dilan 1990, saya bertanya: akan berkarir sebagai apakah Dilan kelak? Akankah Dilan menjadi penyair atau novelis? Pembalap? Atau mungkin petinju—lihatlah aksi baku gebuk Dilan saat gadis pujaan hatinya digaduh oleh temannya itu!

Sebuah riset yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social, saya kutip dari kompas.com, membuktikan karakteristik murid dan pola perilaku di sekolah terkait dengan hasil kehidupan nyata. Antusiasme dan tanggung jawab besar pada sekolah berdampak pada kesuksesan karir dan pendapatan murid tersebut di masa depan. Dampaknya berimbas 11-50 tahun sejak murid itu lulus SMA, terlepas dari tingkat IQ yang dimiliki oleh para siswa, pendapatan orang tua atau sifat kepribadian murid tersebut.

Sayangnya, riset ini didasarkan pada analisis data dari 346.660 siswa SMA Amerika Serikat (AS) pada tahun 1960. Riset ini menggabungkan data tindak lanjut dari 81.912 siswa tersebut setelah 11 tahun dan 1.952 di antaranya setelah 50 tahun usai mereka lulus SMA.

Di Indonesia, sependek pengetahuan saya, belum ada riset sejenis. Kendati AS dan Indonesia punya kultur yang berbeda, saya berasumsi riset ini benar adanya. Sewaktu SMA, saya sudah gandrung membaca dan menulis, dan meski mencecap kuliah di bangku ekonomi studi pembangunan, karir saya akhirnya berujung pada dunia analisis dan literasi.

Paling gampang, kita bisa membacanya dari sudut pandang lulusan militer dan kepolisian. Sengaja saya ambil profesi ini menimbang pola pendidikan dan karir militer dan kepolisian relatif seragam dan terstruktur ketimbang lulusan perguruan tinggi lainnya.

Baca juga  Trauma Gempa Susulan, Warga Pilih Berkumpul di Lapangan

Setiap tahun, Presiden Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik dari setiap matra. Penerima penghargaan ini adalah mereka yang secara seimbang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tiga aspek: akademis, jasmani, dan kepribadian.

Para penerima Adhi Makayasa cenderung menjadi tokoh nasional. Karir mereka biasanya berhenti di posisi strategis, termasuk ketika memulai karir di dunia politik. Para peraih Adhi Makayasa yang saat ini berkarir di pemerintahan, antara lain: Kapolri Tito Karnavian (Akpol, 1987), Kepala Staf Presiden Moeldoko (Akmil, 1981), dan Menko Kemaritiman (Akmil, 1970).

Dua mantan Kapolri sebelumnya adalah peraih Adhi Makayasa, yakni Sutanto (Akpol 1973) dan Badrodin Haiti (Akpol 1982). Ada juga mantan tulang punggung KPK, yakni Bibit Samad Rianto (Akpol, 1970) dan Taufiequrachman Ruki (Akpol, 1971). Jangan lupakan pula Edi Sudrajat (Akmil, 1961) yang sempat menjabat Menhankam, Panglima ABRI, dan KSAD.

Bahkan ada seorang peraih Adhi Makayasa yang menjadi Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (Akmil 1973)

Dan sekarang mata rakyat Indonesia tertuju kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), peraih Adhi Makayasa (Akmil 2010), yang saat ini sedang menapaki karir politiknya. Dalam usia yang belum genap 40 tahun, AHY sukses menjadi kandidat cawapres yang paling diunggulkan, serta kandidat capres alternatif.

Baca juga  Demi Syahwat Politik, Jokowi Abaikan Korban Bencana Lombok

Di tengah terpaan bahwa Pilpres 2019 merupakan laga ulang Jokowi dan Prabowo, AHY malah muncul sebagai sosok muda yang amat berbeda dengan kedua seniornya itu. AHY muncul dengan gagasan Indonesia Emas berikut rumusan visi dan misi untuk mmebawa bangsa menuju seabad Indonesia 2045.

Tak heran, pasca pidato politiknya di Rapimnas Partai Demokrat tempo hari, AHY semakin dielu-elukan oleh publik. Dengan semangat mudanya, semakin besar peluang AHY untuk mengambil ceruk publik yang ingin melihat Pilpres 2019 bukan cuma perkara Jokowi dan Prabowo.

Apabila AHY mendeklarasikan diri untuk terjun dalam Pilpres 2019, maka ia telah memecahkan rekor perjuangan kaum muda. Sebelumnya ada Fadjroel Rahman, Rizal Mallarangeng pada Pilpres 2009; dan Anies Baswedan pada Pilpres 2014; yang memulai langkah ke arah sana pada usia 44 tahun. Dan kini AHY muncul di usia 40 tahun, usia kenabian.

Oleh: Ridwan Sugianto, simpatisan Gerakan Indonesia Emas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here