Dilarang Kampanye di Lembaga Pendidikan, Bawaslu: Jika Diulangi, Nanti Bisa Diskualifikasi

0
405
Dilarang Kampanye di Lembaga Pendidikan, Bawaslu: Jika Diulangi, Nanti Bisa Diskualifikasi

PolitikToday – Komisioner Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmat Bagja angkat bicara soal pernyataan Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin yang bersikeras menjadikan pondok pesantren sebagai sasaran kampanye.

Rahmat menegaskan bahwa kampanye di tempat pendidikan sudah jelas dilarang.
Peserta pemilu hanya diperbolehkan datang ke lembaga pendidikan untuk sekedar bersilaturahmi.

Meski begitu, Bawaslu juga wanti-wanti, silaturahmi yang dimaksud harus sesuai dengan makna dari sialturahmi bukan ada embel-embel mensosialisasikan visi misi dan program.

“Silaturrahmi boleh dengan tidak menunjukan kampanye. Masa ke pesantren enggak boleh, kalai (benar silaturahmi) bukan kampanye,” ujar Rahmat di Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018).

Rahmat menyebut pihaknya tidak melarang kontestan pilpres bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren. Meminta berkah kepada pimpinan pondok pesantren merupakan hal yang wajar. Tetapi kalau meminta dukungannya dan mengumpulkan santri itu dilarang.

Baca juga  Politikus Demokrat: Yusril Tidak Bisa Pisahkan Posisi Politik Dan Profesinya

Rahmat memastikan pihaknya bakal memberi tindakan tegas jika peserta Pilpres kedapatan berkampanye di pondok pesantren. Bahkan sanksi terburuk yakni diskualifikasi bisa dilayangkan jika hal itu dilakukan berulang kali.

“Jika diulangi terus dikalkulasi nanti bisa diskualifikasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Ma’ruf mengaku akan mendatangi pesantren untuk memberitahu bahwa dirinya maju sebagai peserta Pilpres 2019 mendampingi petahana Joko Widodo.

“Loh, kan saya orang pesantren, kan saya berarti mau beritahu kepada mereka saya masuk jalur struktural. Saya beri alasan, minta dukungan dan doa sesama warga pesantren,” tegas Ma’ruf, di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here