Din Syamsuddin Tak Percaya Hasil Survei 41 Masjid Terpapar Radikalisme

0
727
Din Syamsuddin Tak Percaya Hasil Survei 41 Masjid Terpapar Radikalisme

PolitikToday – Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, mengaku tak percaya dengan hasil penelitian dua buah lembaga yang menyebut 41 masjid institusi pemerintahan telah terpapar paham radikal.

Dua lembaga tersebut adalah Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan. Mereka mengaku menemukan 41 masjid yang ada di kantor pemerintahan, lembaga negara, dan kantor BUMN di Jakarta terindikasi terpapar radikalisme.

Din meragukan hasil penelitian tersebut. “Saya ragukan hasil survei atau penelitian itu ya, saya belum tahu metodologinya, apalagi jika dikaitkan dengan lembaga dan institusi pemerintah,” ujar Din di komplek Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut Din, jika ada masjid tertentu dan penceramahnya sering berkata keras, maka boleh jadi hal tersebut dapat dimaklumi.

Namun, jika berbicara institusi, satu masjid mengembangkan ideologi radikalisme, maka hal tersebut perlu diragukan.

Baca juga  Banyak Kader Terlibat Korupsi, PDIP Tetap Paling Tinggi di Jateng

“Sebaiknya hal-hal seperti ini harus benar-benar clear dengan bukti, fakta. Karena seperti ini sangat sentisif, bisa menimbulkan ketersinggungan di kalangan umat Islam,” ucap Din.

Ia pun menyampaikan pesan kepada lembaga tersebut agar berhati-hati dalam mengeluarkan hasil survei atau penelitiannya tanpa adanya bukti yang kuat, terlebih yang diteliti hanya rumah ibadah umat Islam.

“Kalangan umat Islam itu sering curhat, kenapa hanya masjid yang diteliti, kenapa hanya rumah ibadah orang Islam yang dinyatakan radikal, sementara yang lain tidak, hal-hal seperti inilah yang harus dijaga,” ujar Din.

Penelitian yang menyatakan 41 masjid terindikasi radikal, kata Din, sudah dibantah Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia yang juga merupakan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.

”Beliau memiliki data-data intelijen yang sudah membantah hal itu, saya sudah bersepakat dengan beliau itu, sebaiknya hal ini tidak perlu dikembangkan, disebarluaskan. Hanya menimbulkan kecemasan dan ketegangan yang tidak perlu,” kata Din.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here