Dirjen Pajak Harus Dalami Kabar Gatot Nurmantyo Punya Duit Triliunan Buat Nyapres

0
2862
Dirjen Pajak Harus Dalami Kabar Gatot Nurmantyo Punya Duit Triliunan Buat Nyapres
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Menjelang pensiun, kabar-berita mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo makin sedap saja. Salah satu yang menarik adalah pengakuan Kivlan Zen kalau duit Gatot lebih banyak dari Prabowo Subianto, cukup  buat beli parpol. Bahkan sudah beredar rumor bahwa Gatot sempat menawarkan Rp 5 triliun agar Partai Gerindra mau mengusungnya jadi capres pada Pilpres mendatang.

Rumor ini terang mengelisahkan publik. Ini bukan sekadar perkara seolah-olah parpol bisa dibeli, para petinggi parpol saya baca sudah menolak pola mencari kendaraan untuk pilpres seperti ini. Tepai, jika benar Gatot punya uang sebanyak itu, dari manakah asalnya?

Kalau Prabowo punya duit banyak agaknya masih bisa diterima nalar. Pasca pensiun dari dunia militer, Prabowo langsung terjung ke dunia bisnis. Hasjim Djojohadikusumo, sang adik Prabowo, adalah seorang pebisnis kawakan.

Bandingkan dengan Gatot yang cuma berlatarbelakang militer! Berdasarkan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dihimpun KPK,  Gatot Cuma punya kekayaan terhitung 30 September 2015 sebesar Rp 13.704.369.536 dan USD 25.002.

Jadi dari mana cadangan dana sampai Rp 5 triliun tersebut berasal? Jadi jika Gatot benar-benar punya harta kekayaan lebih dari yang dilaporkan kepada KPK patut diduga Gatot telah melakukan penyelewengan pajak. Dugaan ini terang bukan tindakan terpuji bagi seorang pejabat negara apalagi bacapres. Dirjen Pajak dan KPK sudah seharusnya mengusut hal ini.

Baca juga  Gerindra Bantah Beri Jalan untuk Gatot Nurmantyo

Ada juga opsi kedua. Ambil kata Rp 5 triliun itu adalah potensi dana yang bisa dihimpun Gatot. Ini pun agak berat. Pasalnya, KPU tengah merancang bahwa sumbangan perseorangan kepada capres maksimal sebesar Rp 2,5 miliar, sedangkan untuk perusahaan Rp 25 miliar.

Artinya, untuk bisa menghimpun Rp 5 triliun, Gatot harus punya kedekatan 600 perusahaan papan atas. Pertanyaannya lagi, sejauh itu kah rentang pergaulan Gatot. Ingat posisi Gatot adalah Panglima TNI, bukan menteri BUMN atau menteri perindustrian, menteri tenaga kerja, atau menteri keuangan yang notabene punya hubungan baik dengan banyak perusahaan papan atas di Indonesia.

Paling gampang, jika hendak memaksakan hal ini, kita hanya bisa menyebut Gatot punya hubungan dengan perusahaan vendor TNI yang jumlahnya sulit dipercaya jika mencapai 600 perusahaan papan atas.

Makin parah bila kita berkaca pada Pilpres 2014. Ketika itu Tim Kampanye Jokowi-JK melaporkan penerimaan sebesar Rp 312,3 miliar, sementara Tim Kampanye Prabowo-Hatta melaporkan penerimaan dana kampanye sebesar Rp 166,5 miliar.

Baca juga  PKS Siap Dukung Gerindra Asalkan Dapat Kursi Cawapres

Kesimpulannya, kabar Gatot punya uang banyak buat modal capres itu cuma omong kosong. Tapi, agar tidak jadi fitnah, sudah seharusnya Dirjen Pajak dan KPK menyelidiki masalah ini lebih mendalam. Agar publik benar-benar bisa paham apakah Kivlan Zein cuma besar mulut atau memang demikian adanya kekayaan Gatot yang tidak dilaporkan kepada KPK.

Pengusutan ini amat penting sebelum ajang pilpres dimulai agar bisa jadi pertimbangan parpol untuk menentukan capres-cawapresnya. Publik tentu tak ingin ditipu untuk memilih capres-cawapres yang punya persoalan dengan pajak. Jika untuk memenuhi kewajiban pajaknya sebagai seorang warga negara saja sudah main tipu-tipu, apalagi jika sudah jadi RI1 atau RI2? Bisa-bisa makin besar potensi melanggar amanahnya.

Oleh: Ridwan Sugianto, penggiat Gerakan Indonesia Emas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here