Disebut sering teleponan dengan Yusril, Habib Rizieq: Itu Bohong!

0
Disebut sering teleponan dengan Yusril, Habib Rizieq: Itu Bohong!

PolitikToday – Habib Rizieq Shihab (HRS) membantah sering telepon-teleponan dengan Profesor Yusril Ihza Mahendra.

“Jadi kalau Pak Yusril mengatakan sering telpon saya, sering komunikasi dengan saya, itu bohong, tidak benar,” tegas HRS melalui Front TV

Imam Besar Front Pembela Islam ini juga menyebutkan bahwa dirinya hanya pernah satu kali berkomunikasi lewat telepon dengan Yusril. Komunikasi itu pun terjadi dua tahun lalu atau sebelum rangkaian gelaran Pilpres berjalan.

“Perlu saya sampaikan, selama dua tahun saya hijrah ke tanah suci ini, saya hanya pernah berkomunikasi lewat telepon dengan Pak Yusril Ihza Mahendra hanya satu kali. Itu pun bukan dalam konteks Prabowo. Karena komunikasi ini terjadi dua tahun yang lalu. Artinya belum ada saat itu soal pencapresan, dan belum ada koalisi, belum ribut-ribut soal Pilpres,” jelas Habib Rizieq. 

Menurut HRS, saat itu Yusril mengutus salah seorang kawannya yang bernama Agusrin, datang ke Saudi Arabia untuk bertemu dengannya dan menyampaikan pesan.

“Intinya disampaikan bahwa Pak Yusril diundang presiden ke Istana dan membicarakan beberapa agenda penting. Kemudian Pak Yusril menyampaikan bahwa dia akan diundang kembali oleh Bapak Presiden. Sehingga beliau perlu masukan-masukan, kira-kira saya ini apa yang mau saya sampaikan kepada Bapak Presiden melalui Pak Yusril,” ulasnya.

Saat itulah, lanjut HRS, terjadi komunikasi. 

“Pak Yusril telpon saya, dia cerita pertemuannya dengan presiden, bla…, bla…, bla.., tetapi tidak saya perlukan isi ceritanya. Yang jelas Pak Yusril bertanya: Habib punya pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada Pak Presiden, karena saya akan jumpa lagi. Dan ini dua tahun yang lalu, tidak ada hubungannya dengan Prabowo,” tambah HRS.

HRS ingat betul pesan yang disampaikannya untuk Presiden Jokowi melalui Yusril. 
“Kalau Anda ketemu dengan Bapak Presiden, berkaitan dengan kriminalisasi ulama dan aktivis, saya pikir Anda sebagai ahli hukum perlu menyarankan kepada Pak Presiden soal abolisi (Penghapusan terhadap seluruh akibat penjatuhan putusan pengadilan pidana kepada seseorang, red),” kata HRS.

Baca juga  SBY: Prestasi AHY Lebih Hebat dari Saya

HRS juga memberikan masukan untuk menghentikan kegaduhan nasional.

“Kalau memang beliau ingin menghentikan kegaduhan nasional, stop kriminalisasi ulama, stop kriminalisasi aktivis 212, dan itu bisa dilakukan dengan cara abolisi,” sarannya.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here