Dradjat Sebut Insiden Papua Karena Aparat Sibuk Awasi Kelompok Oposisi Pemerintah

0
Dradjat Sebut Insiden Papua Karena Aparat Sibuk Awasi Kelompok Oposisi Pemerintah

PolitikToday – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN)Dradjat Wibowo menyebut insiden pembunuhan 31 orang pekerja proyek jalan trans Papua oleh kelompok separatis atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) disebabkan keselamatan mereka selama diabaikan. Dradjat menilai kelalaian ini bisa jadi diakibatkan aparat terlalu sibuk dengan kelompok oposan sehingga proyek mercusuar Jokowi yang seharusnya ada protap deteksi dininya terabaikan.

“Jangan jangan aparat terlalu sibuk ngurusin orang atau kelompok yang kritis di ruang demokratis, sehingga lalai terhadap kelompok separatis,” ujar Drajad kepada wartawan, Rabu (5/12).

Disebutkannya, aparat keamanan beberapa waktu belakangan terlalu sibuk mengawasi kelompok Islam, aktivis demokrasi dan kelompok yang bersebrangan dengan pemerintah.

“Orang-orang atau kelompok yang bergerak di ruang demokratis itu justru dikasih ‘palu godam’, sedangkan mereka yang sudah menghilangkan nyawa warga negara lolos dari perhatian,” katanya.

Baca juga  Wacana Parpol Didanai Negara, Bamsoet: Kalau Menyimpang Bisa Dibubarkan

Lebih jauh Mantan Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) Badan Intelijen Negara (BIN) ini, menyebut hal semacam ini bukan kasus pertama. “Harus berapa nyawa lagi yang dikorbankan akibat kelalaian ini. Khususnya bagi aparat keamanan, menurut saya telah gagal menjaga proyek kebanggaannya Pak Jokowi,” tegas Drajad.

Dia menambahkan, selama ini energi aparat lebih banyak dihabiskan untuk mengawasi kelompok kritis, sehingga abai menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dari kelompok separatis.

Jika dibandingkan dengan negara demokrasi yang telah maju, tambahnya Menkopolhukam dan jajaran keamanan seharusnya mundur dari jabatan. Sebab ini menambah persepsi politis soal ketidaksiapan proyek infrastruktur. Contohnya seperti kasus trans Papua ini, soal keselamatan para pekerja.

Baca juga  Siap-siap Harga BBM kembali Naik Karena Harga Minyak Dunia Merosot

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sejumlah pada hari Senin tanggal 03 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 Wit diperoleh informasi telah terjadi pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga terhadap 31 orang tukang yang dilakukan oleh kelompok Gerakan Separatis Bersenjata/GSB Para korban meninggal 19 orang merupakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kab.Nduga yang sedang mengerjakan pembangunan di Papua.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here