Ekonomi Rakyat Terjepit, Jokowi Usulkan Beternak Kalajengking

0
1744
Ekonomi Rakyat Terjepit, Jokowi Usulkan Beternak Kalajengking

Seperti yang diketahui bersama, tekanan ekonomi dalam 4 tahun pemerintahan Jokowi kian terasa berat. Semua harga kebutuhan sandang, pangan, dan papan meningkat drastis. Belum lagi sikap pemerintah yang pro dengan investasi asing daripada memperjuagkan nasib rakyat kecil.

Padahal jika kita urut, Jokowi adalah Presiden yang diusung dari partai yang selalu menggemakan “pro rakyat” disetiap kali kampanyenya. Belum lagi pengakuan Jokowi diawal tentang latar belakang keluarganya memberikan harapan kepada rakyat kecil untuk dia bisa lebih peduli dengan nasib kaum ‘papa’. Namun 4 tahun berjalan pemerintahan, ternyata itu hanya pemanis bibir.

Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin semakin melebar. Bayangkan data yang dikeluarkan INFID pada 2017 awal, jumlah kekayaan 4 orang kaya di Indonesia setara dengan 100 juta orang miskin. Dalam laporan itu disebutkan orang terkaya di Indonesia dalam waktu satu hari dapat meraup bunga dari kekayaannya lebih dari seribu kali lipat jumlah pengeluaran rakyat Indonesia termiskin untuk kebutuhan dasar mereka selama satu tahun penuh.

Jika untuk kepentingan investasi Jokowi bergerak cepat. Sejumlah peraturan dibuat untuk mendukung upaya tersebut. Terbaru pemerintah mengeluarkan Perpres No 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Dari bacaan banyak pihak, Perpres tersebut merugikan tenaga kerja lokal.

Baca juga  KPU Minta Bawaslu Tindaklanjuti Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno

Terbalik, untuk kepentingan rakyat kecil Jokowi terbilang abai. Lihat saja dengan statement yang dikeluarkan sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi. Alih-alih memberikan sesuatu yang dapat memberikan harapan malah menyakiti hati rakyat yang telah memberi amanh dan menggaji mereka untuk bekerja melayani rakyat.

Saat harga cabai melambung tinggi, menteri Jokowi malah memberi solusi agar rakyat untuk menanam sendir cabai di pekarangan rumah. Saat isi kantong tidak lagi cukup untuk membeli beras yang mahal, menteri malah mengajak masyarakat diet. Saat harga tarif dasar listrik (TDL) menyengat masyarakat, menteri Jokowi malah menyuruh mencabut meteran agar tidak terbebani untuk membayar tagihan. Jika hanya bisa berbicara seperti itu, lalu untuk apa rakyat menggajinya?

Terbaru, saat nilai tukar rupiah anjlok, jumlah hutang negara meningkat, dan beban ekonomi semakin berat, Jokowi dengan seloroh memberikan tawaran agar rakyat beternak kalajengking agar bisa kaya. Jujur, saya gagal paham dengan pidato yang disampaikan Jokowi. Ternyata menteri dan presidennya “11-12” kata anak zaman sekarang.

Sebenarnya, yang diinginkan rakyat Indonesia bukanlah kaya melainkan kesejahteraan. Rakyat tidak butuh keberpihakan, yang dibutuhkan itu adalah rasa keadilan. Rakyat juga tidak memilih pemimpin karena dia malaikat, namun yang dipilih adalah pemimpin yang bisa dititipkan harapan dan cita-cita bangsa yang lebih baik kedepan.

Baca juga  Dukung Prabowo-Sandi Tanpa Syarat, Kedewasaan Berpolitik Partai Demokrat

Jokowi sebagai pemegang otoritas terbesar harusnya bisa memaknai pasal 33 (3) dalam UUD 1945. Dia menguasai seluruhnya, bumi, air, bahkan udara semuanya dalam genggamannya. Namun dia abai dalam hal kemakmuran rakyat.

Fungsi negara mengatur, memaksa dan mengelola dalam aktivitas ekonomi cukup berlaku agar mampu memenuhi tantangan pembangunan bangsa, partisipasi dan keadilan distributif, negara juga menetapkan caracara dan batasbatas penggunaan (Rusli, 1995). Ketidakcakapan dalam menerapkan fungsi inilah yang membuat semuanya menjadi “amburadul”.

Inilah yang agaknya ditinggalkan Jokowi dalam menggambil sebuah keputusan. Jadi tidak heran, jika hari ini dimana-mana bergema #2019GantiPresiden. Terlihat kemuakan rakyat karena tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Kalajengking itu menjepit di depan menusuk dari belakang, semoga kalajengking yang disebut Jokowi bukan pemaknaan simbol akan kekuasaannya.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here