Ekonomi Tertekan, Jokowi Rombak Kabinet?

0
1667
Ekonomi Tertekan, Jokowi Rombak Kabinet?
Presiden Joko Widodo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Mendekati tahun 2019, terdengar desas desus bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak (kembali) kabinetnya. Kali ini yang dirombak adalah sektor ekonomi. Ditengah situasi ekonomi yang kian membuatnya terdesak dalam situasi sulit, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla terdengar kabar ia akan merombak atau reshuffle kabinet guna menyelamatkan ekonomi nasional yang merosot tajam.

Harus diakui bahwa pelambatan pertumbuhan ekonomi saat ini membuat Jokowi pusing tujuh keliling. Melonjaknya nilai tukar mata uang rupiah terhadap Dollar Amerika serta indikator pelemahan ekonomi lainnya menunjukkan bahwa pemerintah kian kehilangan daya untuk menuntaskan janji kampanyenya.

Desakan agar Jokowi segera merombak jajaran menteri bidang ekonominya memang masih samar samar terdengar. Namun momentum pelamahan rupiah serta hal lainnya seperti penurunan daya beli warga patutlah dijadikan momentum untuk itu.

Kita masih ingat bahwa pada saat Debat Capres pada tahun 2014 silam, Jokowi sesumnar mengatakan bahwa ia akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen. Artinya angka ini disampaikan bahwa ia berkeyakinan akan mampu melampaui capaian Pemerintahan SBY – Boediono. Namun alih alih melampaui, menyamai capaian SBY saja, Jokowi tidak mampu.

Ditengah ketidakmampuan itu, politisi pendukung pemerinyah justru mengatakan bahwa salah satu penyebab gagalnya Jokowi mewujudkan janji kampanyenya adalah karena harus mengikuti RPJM yang sudah disusun oleh pemerintahan sebelumnya. Saya menilai ini sebagai sebuah statemen asbun dan melarikan diri saja dari kegagalan. Artinya, alibi rezim tidak pas dan tidak dapat diterima.

Baca juga  Kampanye Medsos Pilpres 2019 Minim Pendidikan Politik

Kini ditengah kritikan atas kinerja tim ekonominya, Jokowi juag harus dihadapkan pada pilihan sulit untuk mempertahankan atau merombak kabinetnya. Suara itu kembali terdengar dan bahkan langsung menyebut ke pos yang disasar yaitu Kementrian Koordinator Perekonomian.

Siapa lagi yang menduduki pos itu kalau bukan Darmin Nasution. Darmin dianggap kesulitan membereskan persoalan ekonomi. Padahal, dibawahnya, ada nama Sri Mulyani sebagai Menkeu.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kabinet Jokowi kerap mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan kemauan publik. Ramainya pemberitaan soal imoort beras beberapa waktu lalu antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dengan Ka Bulog Budi Waseso juga menyumbang alasan bahwa Jokowi perlu melakukan perombakan kabinet.

Belakangan, nilai tukar mata uang semakin letoy menghadapi mata uang asing terutama Dollar Amerika. Seperti yang diketahui, nilai tukar rupiah masih terdepresiasi hingga melewati angka Rp 15.000 per dolar AS.

Pada masa pemerintahan Presiden SBY pada periode pertama tahun 2004 – 2009, SBY juga pernah mengganti Menteri keuangannya guna melakukan perbaikan ekonomi. Tentu hasilnya sama sama kita ketahui bahwa pada masa masa sulit waktu itu, tidak terjadi hal yang separah ini.

Baca juga  Ma’ruf Sebut Jokowi Santri, JK: Saya Belum Pernah Dengar

Jadi, rasanya sudah cukup alasan bagi Jokowi untuk merombak kabinetnya. Mengganti beberapa pejabat di pos perekonomian perlu segera dilakukan agar situasi tidak makin memburuk karena ketidakcakapan mengelola masalah.

Para menteri yang menempati pos perekonomian pun tentu juga harus legowo dan sadar diri. Jika tidak mampu mendongkrak kondisi ekonomi, lebih baik mundur. Karena pada situasi seperti ini, yang diperlukan adalah mencari sosok yang memiliki leadership dan ketokohan yang diapresiasi kalangan dunia usaha. Sangat diperlukan tokoh yang bisa memberikan arahan yang jelas agar mengindari dampak kinerja tidak berubah banyak sekalipun kabinet dirombak.

Lalu, siapa yang akan dipilih, tentu ini merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi, namun tidak salah jika ia bertanya pada yang banyak tahu dan pengalaman.

Oleh Muhammad Teguh 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here