Fahri Bela Enzo dan Singgung Pejabat Publik yang Bangga Komunis

0
Fahri Bela Enzo dan Singgung Pejabat Publik yang Bangga Komunis
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

PolitikToday- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut membela Enzo Zenzi Allie, taruna Akademi Militer yang viral dan menjadi polemik karena sempat diduga simpatisan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Keterangan resmi TNI tetap mempertahankan Enzo karena berdasarkan penilaian, pemuda keturunan Perancis itu dianggap layak jadi taruna.

Dalam pembelaan yang disampaikan di akun Twitter @Fahrihamzah, politikus PKS ini menyatakan pandangan pribadi dan pilihan politik seseorang tidak menjadi aib di Indonesia yang menganut demokrasi.

Fahri juga singgung ideologi komunisme yang disebutnya pernah dibangga-banggakan oleh pejabat publik.

“Pandangan pribadi dan pilihan politik orang bukan dosa di negeri ini. Itu masa lalu, ada banyak yang bangga dengan ideologi komunis, toh jadi pejabat publik. Kenapa pula santri bule ini jadi masalah? Inilah penyakit kambuh kita, mentalitas yg tidak bagus diteruskan,” ujar Fahri melalui twitnya, Rabu (14/8/2019).

Enzo menjadi sorotan publik setelah fotonya dengan bendera hitam bertulis kalimat tauhid beredar viral di media sosial. Foto itu membuat sebagian netizen mempertanyakan proses perekrutan calon taruna oleh TNI AD.

Fahri menyebut apa yang dialami Enzo bagian dari kemalangan nasib. Sebab, bisa jadi bendera hitam bertulis kalimat tauhid yang disandangnya itu bisa saja tak ada kaitan dengan HTI.

Dan suatu hari, mungkin ia pergi dengan para sahabatnya membawa bendera bertulis kalimat Tauhid, padahal ia bercita2 menjadi tentara INDONESIA dan belajar di Akademi Militer, itu mimpinya sejak kecil, ujar Fahri.

Di terimalah dia sebagai taruna Akmil dengan nilai yg baik. Tetapi malang nasibnya, sebuah gambar kehidupannya di pesantren dengan bendera bertulis kalimat syahadat membuatnya dituduh radikal dan “terpapar HTI”, bahkan ada yg menuduh TNI telah kemasukan teroris. #enzozenzallie, tambahnya.

Fahri sesalkan munculnya polemik Enzo dan bendera hitam tauhid. Dia menyebut polemik ini telah menyeret kepada irasionalitas yang terlalu jauh.

Baca juga  PKS: Hentikan Kriminalisasi Ulama!

Fahri menegaskan, demokrasi yang diterapkan di Indonesia dan UU yang dibuat dirancang agar warga negaranya memiliki pikiran terbuka. Dia mengingatkan cara kita berpikir yang sempit terutama tentang agama akan membuat Indonesia menyingkir dari kemajuan dunia. 

Jangankan menerima tamu, warga sendiri kita curigai,” tukas Fahri.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here