Fatah dan Hamas Sebut Kunjungan Anggota Wantimpres ke Israel sebagai Kejahatan terhadap Palestina

0
7078
Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara dalam Acara AJC (American Jewish Comittee) Global Forum di Yerusalem, Israel, Minggu (10/6/2018).

PolitikToday – Gerakan Fatah dan Hamas kompak mengecam kedatangan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di konferensi hubungan Yahudi-Amerika di Yerusalem. Melalui siaran pers resmi, kedua kelompok menyebut tindakan Katim Aam (Sekjen) PBNU itu sebagai kejahatan terhadap Yerusalem, rakyat Palestina, dan Muslim di dunia.

Yahya menjadi pembicara dalam acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Yerusalem, Israel, Minggu (10/6). Acara tersebut dibuka oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Partisipasi Yahya Staquf, sekretaris jenderal organisasi Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama, pada konferensi ini di Yerusalem yang diduduki adalah pengkhianatan terhadap agama, al-Aqsha dan kebangkitan, rakyat Palestina, dan negara-negara Arab dan Islam,” kata juru bicara Fatah Osama al-Qawasmi dalam sebuah pernyataan, dilaporkan Palestinow, Selasa (12/6).

Dia meminta Pemerintah Indonesia dan pejabat pro-Palestina Indonesia dan rakyat Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang menjual diri mereka kepada ‘setan’ dan ingin menjadi instrumen di tangan Zionis dan Israel.

Baca juga  Di Hari Kemerdekaan, Novel Kembali Tuntut Perhatian Jokowi

Senada dengan Fatah, gerakan Hamas juga mengecam langkah anggota Dewan Pertimbangan Presiden tersebut dalam kehadirannya di Israel. Hamas menegaskan, kunjungan itu dilakukan di tengah penolakan masyarakat dan tidak adanya hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel.

“Kami menghargai sikap bersejarah Indonesia yang mendukung hak-hak bangsa Palestina dan perjuangannya untuk kebebasan dan kemerdekaan,” ujar Hamas dalam pernyataan resminya, Senin (11/6), dikutip Anadolu Agency.

Kunjungan, kata Hamas, merupakan bentuk dukungan besar dan pengakuan bagi rezim fasis. Hamas menilai kehadiran Gus Yahya akan memberikan pembenaran bagi Israel untuk melakukan kejahatan lebih lanjut terhadap rakyat dan tempat-tempat suci bangsa Palestina.

Menurut mereka, kunjungan ini dapat membuka pintu bagi siapa saja yang ingin melakukan normalisasi dengan pendudukan Israel.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menegaskan, tidak ada kerja sama antara NU dan Israel. Hal ini disampaikan menyusul tersebarnya undangan dari salah satu kampus di Israel untuk PBNU yang viral di media sosial.

Baca juga  KPU Buka Pendaftaran Capres dan Cawapres Mulai Hari Ini

“Tidak ada kerja sama NU dengan Israel. Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerja sama program atau kelembagaan antara NU dengan Israel,” ujar Robikin dalam keterangan persnya, Sabtu (8/5).

Perwakilan NU yang diundang Israel itu adalah Khatib Aam Syuriah PBNU, Yahya Cholil Staquf. Namun, menurut dia, kehadiran Gus Yahya ke Israel bukan kapasitas sebagai Khatib Aam PBNU, apalagi mewakili PBNU.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here