FORMAPPI Kecam Bawaslu yang Loloskan OSO Jadi Caleg DPD

0
FORMAPPI Kecam Bawaslu yang Loloskan OSO Jadi Caleg DPD

PolitikToday – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai putusan Bawaslu soal pencalonan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang telah gagal menghadirkan keadilan dalam kontestasi calon DPD RI. Menurut Lucius, putusan Bawaslu tersebut telah mencoreng rasa keadilan diantara pada caleg DPD yang sebelumnya juga tercatat sebagai pengurus partai politik.

“Putusan Bawaslu ini gagal menghadirkan kontestasi calon DPD yang adil,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/1).

Formappi, jelas Lucius telah mengingatkan banyak calon anggota DPD yang merupakan pengurus parpol selama ini mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menyerahkan surat pengunduran diri sebelum ditetapkan sebagai calon tetap.

“Mereka-mereka itu bukan tak ingin merangkap sebagai pengurus parpol. Hanya karena berusaha taat pada undang-undang dan juga menyadari maruah DPD, mereka dengan beban masing-masing akhirnya memutuskan mundur dari kepengurusan partai politik,” ujar dia.

Baca juga  Independensi Bawaslu Diobok-Obok Penguasa

Ia menilai putusan Bawaslu yang memberikan pengecualian khusus kepada Ketua Umum Partai Hanura Osman Sapta Odang hanya karena kengototannya mencari celah hukum, jelas-jelas mengabaikan substansi sebagaimana dinyatakan melalui putusan MK yang melarang pengurus partai politik maju sebagai calon anggota DPD RI.

“Putusan MK setara dengan undang-undang, maka seharusnya tak ada tafsir berbeda apalagi menggunakan pendekatan administratif untuk menilai putusan MK,” ujarnya pula.

Ia menegaskan, putusan Bawaslu itu telah memperkuat keyakinan bahwa Pileg 2019 ini berpotensi menimbulkan kecurigaan bahwa Bawaslu ikut terlibat da;am permainan. Hal ini, tambahnya, terlihat dari pemilihan waktu penyerahan surat pengunduran diri OSO dari pengurus partai.

“Anehnya Bawaslu sepakat dengan persyaratan mengundurkan diri dari kepengurusan parpol, tetapi meniadakan syarat itu dalam proses penetapan DCT yang menjadi pokok gugatan yang sedang diujinya,” ujar Lucius.

Baca juga  Kader ini Dicoret Namanya Dari Daftar Calon Tetap Karena Berstatus Narapidana

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu RI memutuskan memerintahkan Komisi Pemilihan Umum RI memasukkan nama Oesman Sapta Odang dalam Daftar Calon Tetap anggota DPD RI 2019. Namun jika OSO terpilih dalam pileg, yang bersangkutan diwajibkan mundur dari kepengurusan parpol untuk bisa ditetapkan sebagai calon terpilih.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here