Gagal Move On, Mantan Pengacara Anas dan Antasari Duet Maut Serang SBY

0
290
Firman Wijaya dan Anas Ubaningrum

Firman Wijaya dilaporkan ke Bareskrim oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan dugaan pencemaran nama baik. Firman Wijaya yang saat ini menjadi pengacara Setya Novanto menyeret-nyeret nama presiden RI keenam tersebut di luar persidangan sebagai aktor besar yang harus bertanggung jawab atas proyek KTP-el yang saat ini bermasalah.

Pengacara yang banyak diberitakan sebagai spesialis memotong masa hukuman ini pernah juga menjadi kuasa hukum orang-orang yang menyerang SBY. Diantaranya yang fenomenal adalah Anas Urbaningrum dan Egy Sudjana. Keduanya, dengan tangan dingin pengacara ini mendapatkan potongan hukuman dari putusan majelis hakim.

Diduga, penyeretan nama SBY dalam kasus KTP-el ini merupakan sebagai bentuk gagal move on nya pengacara ini dalam membela kliennya dalam menyerang SBY. Dia selalu kalah membela kliennya, sementara kliennya sesumbar menuding SBY. Yang memalukan, mantan kliennya Egy Sudjana sampai meminta maaf kepada SBY atas fitnahnya melalui surat yang dikirim melalui ayahnya. Artinya, Firman jelas membela orang yang benar-benar salah. Kalau tidak salah mengapa harus minta maaf? Begitu logikanya.

Setelah gagal membela Anas dan Egy, kini ia coba kembali membayar apa yang telah dimakannya melalui kasus yang menimpa Setya Novanto. Melalui keterangan Mirwan Amir, dirinya mencoba menggiring opini seolah-olah korupsi berjamaah yang dilakukan sejumlah oknum dewan ini juga menciprat wajah penguasa saat itu. Ya, tidak ada keterangan Mirwan Amir yang bisa ditindaklanjuti secara hukum, yang ada hanyalah penggiringan opini yang memfitnah SBY terlibat dalam proyek tersebut.

Baca juga  Menuntut Kenegarawanan Jokowi

Atas penggiringan opini sesat inilah akhirnya dirinya dilaporkan SBY. Presiden RI keenam menganggap tuduhan tersebut merupakan fitnah yang keji terhadap dirinya. Selain itu, SBY juga menilai opini sesat itu merusak nama baik keluarganya juga.

Yang menarik adalah pengacara yang ditunjuk Firman Wijaya untuk menyelamatkannya dari jerat hukum adalah pengacara yang juga pernah menangani klien yang diduga punya dendam pribadi dengan SBY. Ya, selain Anas yang sesumbar memfitnah SBY, Antasari Azhar mantan ketua KPK yang dihukum 18 tahun penjara dengan dakwaan pembunuhan atas pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen, juga menjadi salah seorang yang konsisten menjatuhkan SBY.

Boyamin Saiman merupakan kuasa hukum Antasari saat dirinya dinyatakan bersalah dipersidangan hingga dijatuhkan hukuman selama 18 tahun. Pada saat itu Antasari yang terang-terangan mengatakan dirinya dikriminalisasi akhirnya menyudahi tudingan tersebut dengan mengatakan “Tetapi, ya sudahlah. Itu masa lalu. Yang penting, saya sudah menjalani, segala macam proses sudah saya lewati. Mulai seminggu yang lalu, saya sudah lupakan semuanya dan saya tidak dendam pada siapapun. Saya tidak dendam pada siapapun yang membuat saya seperti ini. Saya maafin semua. Yang penting bagi saya ke depan, saya mau menjalani kehidupan baru, kalau saya sudah keluar nanti,” kata Antasari.

Tapi pada kenyataannya, ketika Antasari mendapatkan grasi dari Jokowi pada saat momentum Pilgub DKI, secara barbar ia menyerang SBY dengan segala fitnah yang banyak diekspose media cetak maupun elektronik. Entah titipan atau memang keluar sendiri, tapi terbukti tudingan Antasari tersebut membuat suara AHY yang saat itu ikut berkontestasi di Pilgub DKI ikut rontok.

Baca juga  Habib Rizieq Serukan agar Habaib dan Ulama Kerja Keras Menangkan Prabowo-Sandi

Setelah anak sulung SBY ini gagal di Pilgub DKI, Antasari dengan segala fitnahnya itupun hilang bagai ditelan bumi. Apakah sembunyi atau disembunyikan, tidak ada yang tahu. Hampir tidak ada pemberitaan tentang dirinya sekalipun. Walaupun saat itu SBY bereaksi dengan melaporkan Antasari kepihak kepolisian, namun hingga saat ini tidak ada perkembangan atas laporan tersebut.

Kini, nama Antasari kembali muncul bak mayat hidup yang keluar dari kubur. Melalui mantan kuasa hukumnya dulu yang kini membela Firman Wijaya, namanya diduga ikut berada sebagai tim advokasi Firman Wijaya. Walaupun belum ada keterangan resmi dari Antasari yang menerangkan dirinya ikut dalam tim advokasi tersebut, tapi menurut saya ini merupakan konsprirasi para gagal move on penyerang SBY. Jika hukum hanya dijadikan alat pemuas dan pelampiasan dendam, maka benarlah kata SBY, ini adalah perang, ini adalah jihad mencari kebenaran.

Oleh: Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here