Gara-Gara Panik Elektabilitas Melorot, Operasi Adu Domba Prabowo-SBY Dilancarkan

0
Gara-Gara Panik Elektabilitas Melorot, Operasi Adu Domba Prabowo-SBY Dilancarkan
Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga Uno di Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Jabar, Rabu (27/3/2019)

Ada pepatah bijak yang pasti sering kita dengan waktu kecil. Terangkan lampu kita, jangan padamkan lampu lawan. Pesan moralnya, siapa pun yang mau sukses harus berusaha sungguh-sungguh untuk sukses, bukan malah menghambat orang lain untuk sukses.

Sayangnya pesan moral ini tidak ditangkap dengan baik oleh sekelompok politikus di kubu pendukung Jokowi-Ma’ruf. Makanya yang membuncah hari ini adalah siasat mengadu domba, bahkan merusak! Sasaran antaranya bukan main: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Hari ini SBY dan Demokrat memang mendukung Prabowo-Sandi. Modal politik SBY dan Demokrat di barisan Prabowo-Sandi nyata-nyata membuat kubu Jokowi-Ma’ruf keteteran. Kader-kader Demokrat mukan hanya bergigi dan bergizi, tapi juga siap pasang badan buat Prabowo-Sandi. Makanya siasat adu domba pun dimajukan.

Simak saja baik-baik dari awal penetapan paslon Pilpres 2019. Secara beruntun, dan sistematis, SBY dan Demokrat terus-menerus dihantam fitnah.

Fitnah pertama adalah viralnya video dukungan SBY kepada paslon 01. Faktanya, video itu adalah dukungan SBY untuk paslon Pilkada. Tapi video itu diedit sedemikian rupa dengan menambahkan visualisasi Jokowi-Ma’ruf sehingga dikesankan SBY dukung paslon petahana. Parahnya, dengan konsep yang sama video ini lagi-lagi dikeluarkan, dan lagi-lagi viral.

Fitnah kedua, lagi-lagi SBY yang diserang. Dikait-kaitkan dengan isu pemecatan Prabowo dari militer. Serang ini lucu sekali, sebab pada pilpres 2009, nyata-nyata PDIP mengusung Megawati-Prabowo. Ketika itu isu ini tidak pernah dipersoalkan. Lalu tiba-tiba sengaja dimunculkan sebagai serangan politik. Istilah zaman now: kemaren ke mana aja? Jahat, bukan?

Fitnah ketiga, Demokrat disebut tidak tulus mendukung Prabowo-Sandi. Fitnah ini terus digoreng-goreng untuk merengangkan relasi SBY dan Prabowo, menjauhkan Demokrat dari koalisi pendukung Prabowo-Sandi.Padahal kita bisa sama-sama saksikan. Dalam setiap kesempatan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terus menegaskan dan mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

Baca juga  Debat Pilkada Kedua Tanpa Ira Koesno

Sekelompok kader-kader Demokrat yang tergabung dalam Komunikator Politik Demokrat menjadi singa-singa pejuang Prabowo-Sandi. Di media sosial, kader-kader utama Demokrat adalah yang paling intens mengkampanyekan Prabowo-Sandi. Di banyak talkshow televisi, meraka secara tegas, bernas, dan tepat membela Prabowo-Sandi. Sebut saja Jansen Sintidaon, Ferdinand Hutahean, Panca, Rachland Nashidik, Andi Arief, Hesreza dan banyak lagi yang lainnya.

Bahkan saking kuatnya daya juang Komunikator Politik sampai-sampai urusan ini menjadi amat personal. Makanya terjadinya tindakan-tindakan keji. Akun Ferdinand Hutahean dibajak berkali-kali. WA kader-kader Demokrat dikloning dan dipakai untuk menyebarkan isu-isu yang memecah-belah soliditas koalisi Prabowo-Sandi.

Fenomena ini tidak lepas dari kepanikan kubu Jokowi-Ma’ruf. Maklum lembaga-lembaga survey menyebut elektabilitas mereka stagnan, bahkan ada yang menyebut menurun. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi terus meroket.

Saya menduga akibat ancaman kekalahan yang sudah di depan mata, sekelompok pendukung Jokowi-Ma’ruf  akhirnya gelap-mata. Mereka mulai menghalalkan segala cara. Termasuk main fitnah tadi. Sungguh sangat disayangkan bukan?

Tapi sudahlah. Pendukung Prabowo-Sandi itu saya yakin cukup cerdas untuk membaca siasat adu domba ini. Apalagi pendukung Prabowo-Sandi sudah bertanformasi dari sekadar pendukup pasif menjadi pendukung aktif. Akun-akun receh—istilah yang mereka pakai—efektif menyuarakan perubahan di media sosial. Secara kerelawanan, mereka berpartisipasi aktif secara mandiri untuk menghadiri setiap kampanye-kampanye Prabowo-Sandi.

Lantas, bagaimana dengan politikus tukang adu domba itu? Saran saya, biarin saja! Saya pikir Demokrat cukup sadar dengan jalan terjal yang mereka tempuh. Dan mereka terus memegang pesan SBY yaitu untuk berjuang dengan cara-cara yang baik. Apa yang telah dilakukan Demokrat di masa lalu dan perjuangn mereka di hari ini membuat saya semakin respek dengan partai besutan SBY ini.

Baca juga  Survei "KedaiKOPI", Jokowi Diprediksi Akan Kalah

Buat saya Prabowo-Sandi presiden-wakil presidennya, Demokrat no 14 partainya.

Salam!

Oleh: Ivan Airlangga, penggiat medsos yang ingin Indonesia adil & makmur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here