Gatot Pertanyakan By Design di Balik Penyerangan Pemuka Agama

0
224
Mantan Panglima TNI Jendera TNI Gatot Nurmantyo

PolitikToday – Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo merasa prihatin dengan kondisi intoleransi yang marak terjadi akhir-akhir ini. Ia menyayangkan terjadinya sejumlah aksi penyerangan kepada ustadz yang diduga dilakukan oleh orang gila.

“Ada apa dengan Indonesia? Belum dingin isu pembunuhan ustadz oleh orang gila, isu penganiayaan santri, lalu beredarnya video yang viral tentang pengusiran seorang biksu,” kata mantan Panglima TNI ini dalam akun twitternya @nurmantyo_gatot.

Gatot juga menyayangkan atas insiden pembacokan yang menimpa saudara kristiani yang sedang menjalankan ibadah misa di Sleman.

“Dan sewaktu sedang berlangsungnya perayaan misa di Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman, Pastor Pier terluka karena diserang oleh seseorang yang masuk membawa pedang. Selain itu juga terlihat kepala patung Bunda Maria telah ditebas oleh pelaku” tambahnya.

Baca juga  Ketua MPR Desak Menteri Agama Minta Maaf

Gatot mempertanyakan, apakah serangkaian aksi intoleran yang terjadi belakangan ini merupakan sebuah by design yang dibentuk menjelang tahun politik 2018-2019.

“Mungkinkah ini terjadi “by design”? Para Ulama harus waspada jangan mau di adu domba. Ini sangat menghawatirkan,” cuitnya.

Melalui akun twitternya Gatot mengajak seluruh elemen bangsa termasuk pemuka agama untuk menjaga kesatuan dan merapatkan barisan. Ia juga menjelaskan tidak ada sejarahnya penyebaran agama di Nusantara dilakukan dengan kekerasan.

Diketahui sejumlah pemuka agama Islam di Jawa Barat diserang oleh orang yang tidak dikenal beberapa waktu lalu. Pihak kepolisian mengklaim penyerangan tersebut dilakukan oleh orang gila.

Selain itu, baru-baru ini juga terjadi penyerangan di gereja St. Lidwina di Sleman, Yogyakarta. Terlihat dalam banyak rekaman yang beredar, orang tersebut membawa sebilah parang dan menyerang membabi buta di dalam gereja. Polisi mengatakan teror yang dilakukan oleh pemuda tersebut dikarekan pengaruh paham radikal yang diterimanya.

Baca juga  KPU Ngotot Larang Ex Koruptor Nyaleg; Pemerintah, DPR dan Bawaslu Beda Pendapat

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here