Gerak Cepat Hoax Ratna Sarumpaet, Hoax Asia Sentinel Siapa Yang Urus?

0
1433

Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet diduga menjadi pelaku penyebar hoax. Pihak kepolisian hanya membutuhkan waktu kurang 24 jam untuk membongkar kebohongan tersebut. Kurang dari 24 jam pula Ratna Sarumpaet menyandang status tersangka, dan satu persatu orang yang diduga ikut menyebarkan hoax tersebut dikukuhkan melalui media-media nasional.

Narasi tentang gerak cepat polisi dalam menangani hoax Ratna muncul dalam berbagai rupa. Banyak yang mengapresiasi gerak cepat pihak kepolisian dalam mengungkap hoax Ratna Sarumpaet. Tapi tidak sedikit juga nada sinis yang muncul karena ada anggapan malprosedur yang dilakukan pihak kepolisian.

Terlepas dari itu, yang menarik diulas adalah tebang pilihnya aparat kepolisian dalam menangani kasus hoax. Terindikasi, jika hoax tersebut menyerang petahana maka pihak kepolisian terkesan cepat menangani. Tapi jika hoax tersebut menyerang oposisi atau menguntungkan petahana maka terkesan dibiarkan berlarut-larut.

Masih segar dalam ingatan kita semua tentang bagaimana masifnya hoax terkait pemberitaan Asia Sentinel yang membunuh karakter Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Media dalam negeri beserta pejabat yang menjadi bagian koalisi petahana secara brutal memainkan isu tersebut. SBY dihakimi oleh opini sesat secara membabi buta.

Salah satu media yang paling gencar memberitakan materi hoax Asia Sentinel adalah Metro TV. Stasiun tv swasta ini bahkan sempat membuat ulasan khusus dengan menyebutkan Asia Sentinel merupakan media yang sangat kredibel dan dapat dipercaya. Setelah dilacak oleh Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, ternyata Asia Sentinel yang mengaku berbasis di Hong Kong malah tidak terdaftar di Dewan Pers Hong Kong.

Baca juga  Andi Arief: PSI Kelihatannya Dibentuk untuk Islamophobia Dapat Gelanggang

Salah satu petinggi partai banteng moncong putih, Hasto Kristianto juga menjadi salah satu corong hoax Asia Sentinel. Dengan gigih Hasto meminta SBY tidak melulu menyinyiri kasus BLBI yang diduga melibatkan elit PDIP, tapi juga berani menjelaskan kehadapan publik terkait Century seperti yang diungkap media penebar hoax Asia Sentinel. Hasto yang notabene sebagai elite politik nasional, sangat disayangkan bisa dibodohi oleh berita hoax Asia Sentinel.

Namun, satu media berita dan satu elite politik ini tidak bisa dibereskan oleh pihak kepolisian dengan segera. Metro TV dan Hasto Kristiyanto yang menjadi “corong” hoax Asia Sentinel seakan kebal hukum. Padahal, Asia Sentinel sendiri sudah mencabut berita dan meminta maaf karena beritanya tidak berimbang dan jauh dari kaidah jurnalistik.

JPNN dan Suara.com yang dituntut oleh Partai Demokrat juga telah meminta maaf atas kesalahannya menyadur begitu saja berita Asia Sentinel yang berjudul Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy. Tinggal lagi Metro TV dan Metrotvnews.com yang masih enggan meminta maaf. Apakah karena di balik nama Metro TV ada nama Surya Paloh atau Partai Nasdem, makanya Metro TV menjadi kepedean?

Baca juga  SBY Ingin Kader Demokrat Kerja Keras Menangkan Pemilu

Jika pihak kepolisian bisa menangkap Ratna Sarumpaet dengan waktu yang cepat, seharusnya polisi juga bisa membredel Metro TV dan meringkus Hasto Kristianto yang menjadi corong hoax Asia Sentinel. Atau setidaknya perlakuan polisi kepada Amien Rais dalam kasus Ratna Sarumpaet setidaknya bisa juga diterapkan kepada Metro TV dan Hasto Kristianto.

Hukum sama halnya dengan jual beli. Harus menakar dengan seimbang. Menambah dan mengurangi timbangan hukumnya adalah dosa. Begitu juga halnya dengan penegakan hukum. Hukum yang condong ke arah politik tertentu akan menimbulkan kemudaratan dan malapetaka.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here