Golkar di Ambang Perpecahan karena Usung Ridwan Kamil

0
210
Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien berfoto bersama menunjukan surat keputusan (SK) pengusungan usai pengumuman Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di DPP Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).

Partai Golkar resmi mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 ketimbang kadernya sendiri, Dedi Mulyadi. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, langkah tersebut memicu gejolak di tubuh Golkar.

“Bukan tidak mungkin terjadi perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut, disebabkan berbeda kehendak atau aspirasi suara akar rumput antara pengurus pusat (DPP Golkar) dengan pengurus DPD Golkar Jawa Barat. Awalnya Golkar dipastikan mengusung kader internalnya yaitu Dedi Mulyadi sebagai cagub atau cawagub yang diusung Golkar, namun di tengah jalan terjadi patahan dukungan dan perubahan cuaca politik secara ekstrim,” kata Pangi dalam rilisnya, Minggu (12/11/2017).

Pangi menduga, setidaknya ada empat alasan Golkar tak mengusung Dedi Mulyadi, yang merupakan Ketua DPD Golkar Jawa Barat.

Baca juga  Kosgoro Evaluasi Pencalonan Ridwan Kamil, Peluang Dedi Mulyadi Terbuka Lagi

Pertama, kata Pangi, alasan popularitas, akseptabilitas dan elektibilitas Dedi yang kurang begitu menggembirakan.

“Kedua, alasan finansial, kalau mengusung Dedi, DPP dan pengurus Golkar bisa saja kantong kering, tidak ada setoran mahar kalau kadernya yang diusung,” imbuhnya.

Ketiga, Dedi Mulyadi mungkin bukan bagian gerbong Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto. Artinya mungkin saja Bupati Purwakarta itu bukan anak emas Novanto.

“Keempat, Dedi Mulyadi bisa saja, dugaan saya, beliau kurang piawai dan mahir untuk melobi dan mengunci figur serta tokoh sentral atau elit penentu di DPP Golkar,” jelas lulusan S2 Jurusan Politik Universitas Indonesia (UI) ini.

(ts/raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here