Golkar Tak Dilirik Jokowi, Duet Airlangga – AHY Potensial

0
1002
Golkar Tak Dilirik Jokowi, Duet Airlangga – AHY Potensial

PolitikToday – Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago membaca potensi Partai Golkar hengkang dari koalisi Jokowi. Pasalnya, Partai Golkar adalah partai yang sulit dipegang.

“Kalau Golkar banting stir mungkin saja, yang dipegang Pak Jokowi kan hanya Pak Luhut dan Airlangga. Kedua adalah strategi ini bola pantulan bisa kemana-mana bisa ke Prabowo bisa ke poros Demokrat,” tutur Pangi, Kamis (12/7/2018).

Potensi Partai Golkar bergabung dengan koalisi Prabowo atau poros alternatif bisa terjadi.  Apabila Partai Golkar melihat celah untuk dapat mengusung kader sebagai peserta Pilpres 2019.

“Kemungkinan lompat pagar kalau di sana disambut dengan baik. Kalau enggak ada harapan, dia akan bertahan di poros Jokowi,” katanya.

Pangi menganalisis, Golkar memaksakan Airlangga Hartarto menjadi cawapres karena ingin mendapatkan efek ekor jas. Menurutnya, bila tidak ada kader yang diusung menjadi cawapres maka suara Golkar akan merosot.

Baca juga  Peretas Situs Bawaslu Mengaku Iseng

“Dikhawatirkan kalau tidak usung cawapres suara bisa goyang. Logika partai paksakan cawapres tidak ingin perahu tenggelam kalau figur maju elektabilitas partai terangkat,” paparnya.

Karena itu, Pangi menyarankan Jokowi mencari cara memagari Partai Golkar agar tidak hengkang. Salah satu opsi yang bisa dipakai adalah mengiming-imingi jatah menteri yang lebih banyak dan strategis. Sebab, Golkar adalah partai yang tidak bisa jauh dari kekuasaan.

“Kalau Pak Jokowi ingin cari sosok non parpol beliau harus memberikan iming-iming lain. Anggap Airlangga tak jadi cawapres ada posisi lain yang ditawarkan,” tandas Pangi.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio membaca hal serupa. Bahkan dia menilai Airlangga bisa saja dipasangkan dengan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga  Massa Aksi 67 Long Marc ke Bareskrim Tolak Iriawan hingga SP3 Sukmawati

“Siapa yang bisa mencegah koalisi Golkar-Demokrat, Airlangga-AHY. Itu terjadi kalau misal Airlangga tidak diambil dengan tabungan 14 persen dengan Demokrat pasti akan mudah,” katanya.

Hendri melihat sinyal hengkangnya Golkar dari manuver Airlangga bertandang ke kediaman SBY beberapa waktu lalu. Meski usai pertemuan Airlangga dan SBY, Golkar disebut mengajak Demokrat berkoalisi dengan Jokowi, tapi dia melihat kebalikannya.

“Bamsoet bilang Airlangga ketemu SBY untuk ajak SBY koalisi. Enggak mungkin. Saya melihatnya kebalik. SBY 10 tahun jadi presiden, yang bisa terjadi SBY ngajak Airlangga koalisi,” ucapnya.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here