HMI Kecewa Pada Jokowi Karena Alasan Ini

0
2148
HMI Kecewa Pada Jokowi Karena Alasan Ini

PolitikToday – Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang menggelar unjuk rasa di Alun-alun Barat, Kota Serang, Senin (10/9) siang.  Mereka kecewa dengan kinerja Joko Widodo–Jusuf Kalla. Utamya kondisi ekonomi bangsa yang terancam bangkrut akibat ambruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

“Kami tegas menagih janji kampanye Jokowi JK dalam kampanye,” tegas Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Serang Subhan Fauzi.

Subhan menyebut, pihaknya menilai memasuki tahun ke empat pemerintahan Jokowi-JK banyak persoalan yang belum terselesaikan. Kebijakan yang dikeluarkan cenderung mengakibatkan rakyat semakin tergeletak di dalam kemiskinan dan ancaman perpecahan.

Tragisnya, dalam mengeluarkan kebijakan pemerintah terkesan selalu mempertimbangkan aspek menjaga elektabilitas atau mempertahankan keterpilihan parpol.

“Hiruk pikuk dan gonjang ganjing berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini seperti menunjukkan pertunjukan kocak, ramai, tapi substansinya tidak berujung pada apa yang dinamakan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia,” ucapnya.

Baca juga  Ucapan Ketum PSI Bisa Lengserkan Jokowi

Sepekan terakhir, kata Subhan kondisi rupiah terus mengalami kenaikan. Kondisi ini, menunjukkan lemahnya tim ekonomi pemerintah dalam mengantisipasi menguatnya nilai dolar yang merupakan dampak dari kondisi global perekonomian.

Tragisnya, lesunya pertumbuhan perekonomian rakyat tidak ditopang oleh dipermudahnya akses ekspor hasil perekonomian.

“Yang terjadi, kebijakan impor terus dipermudah dan ekspor dipersulit. Lantas, siapa yang diuntungkan?. Kami meminta, pemerintah mengambil langkah-langkah cepat, menyeluruh dalam menguatkan nilai tukar rupiah,” imbuhnya.

Rakyat Indonesia yang mayoritas muslim, kata Subhan, seperti menjadi kaum minoritas. Pengaturan suara azan oleh pemerintah sebagai bentuk pengekangan era baru dalam menjalankan kebebasan beragama.

“Realitasnya, Azan yang dimaknai seruan dan ajakan untuk menghadap sang pencipta, tidak lain realisasi dari butir Pancasila, sila pertama ini terkesan dibatasi pemerintah,” tukasnya.

Kata dia, kondisi diperparah dengan keberadaan tenaga kerja asing yang datang bersamaan investasi proyek-proyek strategis nasional menunjukkan bahwa pemerintah tidak mampu berbuat banyak di hadapan investor asing yang masuk ke Indonesia.

Baca juga  Politikus Demokrat: Yusril Tidak Bisa Pisahkan Posisi Politik Dan Profesinya

“Investasi berorientasi pada proyek semata tanpa berbasis pemberdayaan masyarakat. Akhirnya rakyat miskin tidak merasakan dari buah kebijakan investasi pemerintah,” tuturnya.

Terkait, Sekretaris HMI Cabang Saefudin mengatakan, selain kondisi ekonomi mengalami kemandegan. Persoalan lainnya muncul misalnya kebebasan berekspresi dalam berdemokrasi terancam.

“Rakyat seperti dibungkam tidak boleh kritis terhadap pemerintah. Fakta ini dapat dilihat dibiarkannya kelompok rakyat untuk menolak gerakan-gerakan yang sebenarnya kritik atau obat bagi jalannya pemerintahan,” papar Saefudin.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here