HRS Tidak Jadi Pulang, Opini Koalisi Anies- BG 2019 Mencuat

0
HRS Tidak Jadi Pulang, Opini Koalisi Anies- BG 2019 Mencuat
Habib Rizieq Sihab (HRS) Tidak Jadi Pulang, Opini Koalisi Anies- BG 2019 Mencuat

Habib Rizieq Sihab (HRS) dikabarkan akan pulang pada Rabu (21/2/2018) yang lalu. Sejumlah massa aksipun telah berkumpul di bandara Soetta guna menyambut kedatangan HRS. Namun semua sambutan itu batal karena HRS tidak jadi pulang dikarenakan belum mendapat petunjuk secara batiniah. Padahal pengamanan sudah disiapkan untuk mengamankan proses kepulangan HRS yang dikabarkan akan disambut oleh ribuan massa aksi.

Dihari yang sama, juga terjadi pertemuan spesial antara Megawati Soekarnoputri dengan Jokowi di Batu Tulis. Melalui Sekjend PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan dipertemuan tersebut Megawati sempat menyuguhi hidangan spesial untuk Jokowi, yaitu hidangan yang katanya sangat di sukai oleh Presiden Soekarno dulunya. Sedikit informasi yang bisa digali dari pertemuan tersebut. Keterangan yang didapat, pertemuan tersebut hanya pertemuan tersebut hanya pertemuan biasa.

Pertemuan tersebut dikabarkan hampir dua jam lamanya. Jika pertemuan tersebut hanya percakapan biasa, sungguh rugi rasanya waktu seorang presiden terbuang begitu saja untuk hal-hal yang tidak produktif. Jika dikaitkan dengan pra kemerdekaan, waktu diskusi dua jam tersebut mungkin sudah menjadi gagasan yang revolusioner.

Agaknya menurut saya pertemuan tersebut membahas sedikit banyaknya terkait HRS. Karena tidak dapat dipungkiri, nama HRS lebih akhir-akhir ini lebih terkenal dari Jokowi di mesin pencarian Google. Jadi selain diburu oleh pihak kepolisian, HRS juga dicari banyak orang di mesin pencarian. Luar biasa.

Baca juga  Rizal Ramli Kaget Diperiksa, Bukan Surya Paloh yang Brengsek!

Dihari itu juga diketahui juga Ketua MPR, Zulkifli Hasan juga menemui Jokowi secara diam-diam. Lagi-lagi katanya hanya sekedar pertemuan biasa. Namun, logika saya lagi-lagi menolak. Apalagi dikabarkan juga Zulhas juga ingin bertemu dengan Megawati. Apakah tanggal 21 itu merupakan hari yang biasa-biasa saja?

Baru-baru ini muncul opini koalisi Anies dan Budi Gunawan. Kabarnya koalisi ini didukung oleh PDI Perjuangan dan PKS. Selain itu ada beberapa nama tokoh besar dan HRS yang diduga terlibat dalam merumuskan dua nama ini. Wacana ini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial twitter saat ini.

Memang nama Anies saat ini masuk salah satu nama calon Wapres terkuat di Pilpres 2019 berdasarkan hasil survei. Untuk di posisi calon presiden namanya juga masuk salah satu tokoh alternatif selain AHY dan Gatot Nurmantyo.

Yang mengejutkan itu adalah munculnya nama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) dalam beberapa survei. Entah apa logikanya memasukkan nama BG ini juga perlu dipertayakan. Apakah ini murni atau ada titipan untuk memunculkan wacana.

Memang santer dikabarkan kedekatan antara BG dan Megawati atau PDI Perjuangan. Namaun dengan posisinya hari ini sebagai kepala BIN, agaknya tidak logis namanya dapat muncul dalam data survei. Secara prestasipun, menurut saya masih banyak minusnya ketimbang nilai plusnya. Tapi, jika politik yang bicara, semuanya itu bisa saja terjadi.

Baca juga  Elektabilitas Jokowi Semakin Menukik Pasca Reuni 212

Benar atau tidaknya kabar koalisi ini tentu butuh pembuktian yang lebih mendalam. Namun dari dua pertemuan mendadak Jokowi pada tanggal 21 agaknya perlu dicermati ada urgensi dalam pertemuan tersebut. Ditambah lagi dengan kabar yang mengatakan pemerintah menghentikan sementara 36 proyek infrastruktur yang selama ini digembar-gemborkan oleh Jokowi.

Selama ini Jokowi diposisikan diri sebagai “Bapak Pembangunan” kedua setelah Soeharto, begitu setidaknya media merangkainya. Apakah Jokowi mulai lelah dengan skenario Anies-BG? Atau Jokowi “dikerjai” kabinetnya dengan ada memoratorium pembangunan infrastruktur? Agaknya Jokowi saat ini harus belajar banyak dari pengalaman Abdurahman Wahid (Gus Dur). Dibanyak media Gus Dur mengatakan yang bertanggung jawab atas lengsernya dirinya adalah Megawati.

Oleh: Abdul Gafar, Aktifis Aliansi Pembela Ideologi Umat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here