IDM: Migrasi Pemilih Jokowi Untungkan Prabowo

0
IDM: Migrasi Pemilih Jokowi Untungkan Prabowo

PolitikToday- Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitorng (IDM) Bin Firman Tresnadi menilai migrasi pemilih Joko Widodo (Jokowi) telah menggembosi elektabilitas Jokowi. Jelang hari H pencoblosan pilpres, migrasi pemilih Jokowi semakin meluas dan dari berbagai latar belakang pemilih.

“Ini tentu sangat menguntungkan pasangan Prabowo-Sandi. Karena migrasi pemilih Jokowi hanya bermuara kepada memilih Prabowo-Sandi atau menjadi golongan putih (golput),” kata Firman, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Berdasarkan survei IDM pada Mei 2018 menunjukkan migrasi pemilih berasal dari kelompok masyarakat yang termarjinalkan oleh janji Jokowi, yakni petani dan buruh.

Petani alami dampak langsung turunnya harga komoditas, serta impor beras yang digenjot pemerintah. Peternak ayam skala kecil banyak bangkrut karena tidakstabilnya harga pakan yang berlangsung cukup lama. Sedangkan buruh ogah memilih Jokowi karena terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 (PP 78) tentang Pengupahan yang mengebiri hak upah buruh.

Bin Firman menjelaskan survei IDM pada 8-21 Oktober 2018 menyatakan migrasi terjadi akibat ketidakpuasan terhadap kinerja Jokowi di bidang ekonomi. Dimana 38.9% responden setuju kondisi ekonomi mengalami penurunan sementara 48,4% merasakan kondisi ekonomi jalan ditempat.

“Hasil survei IDM pada bulan Maret ini menunjukkan sebanyak 71.7% responden mengatakan sulit mencari pekerjaan. Ini menambah migrasi pemilih Jokowi di kalangan milenial yang memang sangat membutuhkan lapangan kerja,” ungkap Firman.

Tertangkapnya Romahurmuziy sebagai salah satu tim inti Jokowi dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga kriminalisasi terhadap pengkritik Jokowi, masih kata Bin, menambah deret barisan migrasi pemilih Jokowi dari kelas menengah perkotaan.

Kegagalan memenuhi janji, terurama program Trisakti menambah migrasi suara dari pendukung Jokowi.

“Rakyat pun memilih Jokowi sebagai Presiden. Kemenangan Jokowi saat itu sangat tipis, hanya selisih 6,3% dari suara yang memilih Prabowo. Tapi apa lacur, Trisakti program unggulan Jokowi di masa kampanye 2014 masuk tong sampah. Subsidi-subsidi rakyat dikurangi, impor merajalela, BUMN di privatisasi. Rakyat pun meradang,” tutup Bin Firman.

Baca juga  ICW: Ada Pembangkangan Hukum dalam Perebutan Kekuasaan di DPD

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here