Indahnya Visi Indonesia

0
Resmi Jadi Presiden Terpilih, Jokowi Dilantik Pada 20 Oktober

Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo tampil berpidato Visi Indonesia beberapa waktu lalu di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dalam orasinya, pasangan Ma’aruf Amin ini menyampaikan paparan menarik dihadapan ribuan penonton yang hadir. Paparan sangat jelas,kemana arah serta tujuan kinerja kabinet Indonesia kerja jilid II setelah dilantik pada 20 Oktober mendatang.

Tujuannya hanya satu, yaitu mewujudkan bangsa dan negara Indonesia mampu bersaing dengan negara berkembang lainya. Jika mampu dan benar-benar bisa diwujudkan, tentu sangat bagus bagi tanah air. Dan sudah pasti, semua pihak akan mendukung pemerintahan baru untuk lima tahun ke depan.

Dalam upaya membangun Indonesia yang sehat, maju, berdaya saing tinggi, dan sejahtera, ada lima butir program kerja berikut wawasan dan arahan yang Jokowi gelontorkan secara terbuka. Tanpa dukungan semua pihak, tidak akan mungkin visi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

Lima fokus itu adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, pangkas yang menghambat investasi, reformasi birokrasi, dan pembangunan APBN tepat sasaran.

Terlebih, rakyat yang tadinya terpecah paska pemilu 2019 kini kembali bersatu tanpa kubu-kubuan yang mana hasil pemilu sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Meski begitu, Ada beberapa isu yang tidak disinggung oleh Jokowi, seperti isu lingkungan dan Hak Asasi Manusia (HAM), dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Komisi Nasional HAM dan Indonesia Corruption Watch (ICW), dan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) memberikan catatan atas tak disinggungnya kedua isu itu oleh Jokowi.

Pidato Jokowi Visi Indonesia yang sekaligus menjabarkan misi Indonesia ke depan, tidak ada yang perlu diperdebatkan. Mungkin yang diperlukan adalah sejumlah catatan sebagai pengingat dan rambu-rambu agar paparan program besar yang akan dilaksanakan Jokowi dengan Kabinet kerjanya lima tahun ke depan, tidak berakhir menjadi sebatas retorika politik belaka.

Baca juga  Mengarang Kesimpulan Sesat; Firman Wijaya, Advokat atau Politikus?

Oleh karenanya realita kualitas kita sebagai bangsa dalam beberapa aspek moral, pola pikir, dan budaya keseharian dalam menjalankan roda kehidupan berikut kinerja memaknai kehidupan, perlu dibeberkan secara apa adanya. Realita obyektif ini akan bermanfaat sebagai bahan bagi Jokowi agar semua paparannya yang indah tentang Visi Indonesia tidak berhenti di ruang kerja yang utopis.

Menarik dan sangat perlu didukung tekad Jokowi yang akan melanjutkan pembagunan infrastruktur yang telah ia canangkan dan telah dilakukan dalam lima tahun pertama pemerintahannya. Dalam lima tahun kepemimpinannya ke depan seluruh infrastruktur besar yang telah ia bangun, seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandar udara, ditegaskannya perlu di kembangkan fungsi dan pemanfaatannya.

Dari yang hanya memperlancar lalulintas antar kota, berkembang menjadi penunjang utama bagi kelancaran lalu lintas perekonomian antar desa-kota, antar daerah, hingga antar daerah dan pusat. Dengan kata lain, seluruh bangunan infrastruktur yang ada, harus dikembangkan hingga terhubung langsung dengan sentra-sentra industri rakyat di pelosok desa dan pinggiran kota di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pertumbuhan perekonomian rakyat di seluruh pelosok Tanah air. Tentunya dalam rangka melaksanakan amanat sila kelima Pancasila.

Yoyo Tuna

Pemerhati Sosial dan Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here