Indikasi Kecurangan Untungkan Paslon 01, Sultan Pontianak Minta KPU Tanggung Jawab

0
Indikasi Kecurangan Untungkan Paslon 01, Sultan Pontianak Minta KPU Tanggung Jawab

PolitikToday – Sultan Pontianak, Syarif Mahmud Alkadrie atau akrab disapa Sy Melvin meminta pertanggungjawaban KPU Provinsi Kalimantan Barat dan atau KPU Kota Pontianak.

Pasalnya, dia menemukan dugaan kecurangan Pilpres 2019 yang terjadi di Kota Pontianak.  Bentuk kecurangan itu adalah adanya surat suara yang sudah dicoblos untuk paslon no urut 01 di Pilpres 2019.

Sy Melvin juga menyampaikan fakta kecurangan yang terjadi di TPS 012 Kelurahan Saigon, Pontianak Timur. Menurutnya, di TPS itu masyarakat menemukan lembar surat suara yang sudah dicoplos sebelum waktu pemilihan.

“Dimana masyarakat menemukan 90 lembar surat suara Pilpres yang sudah dicoblos, sebelum waktu pemilihan dibuka di TPS tersebut,” ungkap Sultan Pontianak dalam video yang viral di media sosial Twitter sejak 20 April 2019, lalu.

Atas kecurangan yang terjadi, Sultan Pontianak meminta KPU Kalimantan Barat dan Pontianak untuk bertanggung jawab terkait hal itu.

“Hal ini saya tekankan untuk menghindari amarah masyarakat Kalimantan Barat khususnya umat Muslim Kalbar dan Kota Pontianak,” katanya.

Berikut pernyataan lengkap Sultan Pontianak:

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Allahu akbar, allahu akbar, saya sultan Sy Mahmud Alkadrie, Sultan Pontianak ke-IX.

Pertama saya ucapkan terimakasih kepada seluruh umat Islam yang telah menjaga stabilitas keamanan hingga Pilpres, Pileg  dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Sekalipun beberapa TPS terjadi kecurangan-kecurangan seperti lembaran surat suara yang sudah dicoblos capres nomor urut satu.

Padahal lembaran surat suara itu berada di kotak suara yang disegal dan digembok.

Kecurangan ini terindikasi dilakukan KPU Provinsi Kalimantan Barat dan atau KPU Kota Pontianak.

Oleh karena itu, saya selaku Sultan Pontianak meminta pertanggung jawaban KPU Provinsi Kalimantan Barat dan KPU Kota Pontianak, terkait kecurangan tersebut.

Hal ini saya tekankan untuk menghindari amarah masyarakat Kalimantan Barat khususnya umat Muslim Kalbar dan Kota Pontianak.

Sebagai contoh nyata kecurangan tersebut adalah seperti yang terjadi di Jalan Panglima Aim, yaitu di TPS 012 Kelurahan Saigon, Pontianak Timur.

Dimana masyarakat menemukan 90 lembar surat suara Pilpres yang sudah dicoblos, sebelum waktu pemilihan dibuka di TPS tersebut.

Dan kepada aparat TNI maupun Polri, saya juga menuntut netralitas dalam menegakkan keadilan di wilayah kita.

Kerjasama TNI, Polri, KPU, dan Bawaslu untuk menindak tegas. 

Terima kasih.

Dikonfirmasi, Senin (22/4/2019), Melvin membenarkan statementnya dalam video tersebut.

Baca juga  Zulfan Lindan: Di Indonesia, Partai Politik Lebih Berkuasa dari Presiden

“Yang jelas intinya bukan kita bicara benar atau tidaknya, yang jelas surat suara datangnya masuk ke KPU dan disebarkan oleh KPU,” tuturnya.

“Mungkin ini keteledoran KPU itu sendiri mengapa sampai terjadi hal-hal yang seperti di TPS. Mengapa tidak diperiksa terlebih dahulu, jadi hal-hal keteledoran ini bisa membuat kecurangan,” jelasnya.

“Makanya timbullah hal-hal yang ada di TPS kemarin yang mengundang perhatian masyarakat,” tegasnya.

Sultan menegaskan video di twiter itu benar dirinya yang membuat.

“Kalau tidak benar mengenai adanya kecurangan tidak mau saya membuat video seperti itu,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here