Ini Penjelasan Lengkap Pernyataan SBY Soal Pemimpin Baru yang Amanah

0
701
Ini Penjelasan Lengkap Pernyataan SBY Soal Pemimpin Baru yang Amanah

PolitikToday – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan melahirkan seorang pemimpin baru. Meski dalam pidatonya tersebut, dia tidak menyebutkan nama calon pemimpin yang dimaksud.

“Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, SBY tidak pernah menyebut apalagi bermaksud bahwa pemimpin baru yang disebutkan adalah sosok baru dalam Pilpres 2019.

Pernyataan SBY tersebut, kata Hinca, guna menanggapi pertanyaan seorang warga, Supandi Harsono, yang menyampaikan keinginannya agar SBY maju mencalonkan diri kembali sebagai Presiden.

“Pertanyaan ini juga ditanyakan seorang warga pada acara Dialog SBY dengan masyarakat Kabupaten Tangerang pada siang hari ini,” kata Hinca lewat keterangannya, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Hinca melanjutkan, saat itu secara tegas SBY menjawab bahwa secara konstitusi, tidak mengizinkan bagi dirinya untuk maju lagi sebagai Presiden. SBY juga menyebut bahwa 2 periode atau 10 tahun kepemimpinan beliau sudahlah cukup.

“Selanjutnya SBY menjelaskan, ‘Insyaallah, Partai Demokrat, saya SBY akan mencalonkan nanti pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang, Insyaallah mengerti yang diharapkan rakyat’,” lanjut Hinca.

Dalam konteks masa depan, SBY menjelaskan, nantilah, akan ada pemimpin-pemimpin baru yang amanah, yang cinta rakyat, memikirkan rakyat, cerdas kemudian kebijakan dan programnya baik.

“Dan SBY tidak pernah menyampaikan ‘2019’. Untuk diketahui bersama bahwa sampai dengan saat ini, Demokrat belum menentukan pasangan capres dan cawapres yang akan diusung pada Pemilu 2019,” tegas Hinca.

Baca juga  Pengamat Nilai Aksi Duet Adjat dan Syaikhu Diluar Konteks Pilkada

Hinca mengaku sengaja mengklarifikasi hal ini untuk mencegah terjadinya penggiringan opini.

“Ini untuk mencegah penggiringan opini berbagai pihak atas pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat baik oleh media massa maupun publik,” tegasnya.

Berikut dikutip pernyataan lengkap SBY soal akan lahirnya pemimpin baru yang amanah, yang disampaikan SBY dalam pertemuan dengan warga di Cilegon, Minggu (22/4/2018) malam.

“Pertanyaan saya ringan-ringan saja, Pak, andai Bapak SBY mencalonkan kembali menjadi presiden dan insyaallah dengan doa kami Bapak terpilih lagi. Jadi kami berharap kepada Bapak SBY dan kami mohon kepada Pak SBY, Ibu, dan jajarannya mendapatkan perlindungan Allah dan senantiasa sehat walafiat,” tanya Harsono.

SBY pun menjawab pertanyaan tersebut sembari berdiri.

“Bapak-Ibu, menurut Undang-Undang Dasar, hanya dua kali seorang presiden itu memimpin. Jadi konstitusi tidak mengizinkan saya maju lagi menjadi presiden lagi. Yang Bapak sampaikan itu kami dengar juga di mana-mana,” kata SBY sembari menyebutkan sejumlah daerah seantero Pulau Jawa yang sudah dikelilinginya selama satu setengah bulan terakhir.

“Di semua tempat, tolong Pak SBY maju lagi jadi presiden lagi supaya program yang dulu dihidupkan lagi, program yang prorakyat dihidupkan lagi. Saya sampaikan tidak bisa untuk maju lagi, mboten saged untuk maju lagi,” kata SBY sembari tersenyum.

SBY pun kemudian bicara panjang-lebar soal capres yang akan diusung PD sebagai berikut.

Baca juga  Tim TB-Anton Dukung KPU Sanksi Pasangan Asyik

“Nah begini saja Bapak-Ibu, insyaallah Partai Demokrat, saya SBY, akan mencalonkan lagi pasangan calon presiden dan pasangan calon wakil presiden yang insyaallah mengerti harapan rakyat. Jadi nanti karena ini belum saatnya kampanye, masih tahun depan, kalau PD kalau SBY mengusulkan capresnya-cawapresnya, kalau Bapak-Ibu memberikan dukungan, pahalanya insyaallah tinggi. Karena saya yakin mereka mengerti yang dirasakan rakyat, mengerti persoalan rakyat dan mengerti harapan rakyat. Dan doa para ulama, para kiai, para ustaz, para pimpinan pondok pesantren, sangat kami harapkan mohon pada Allah pertolongan bimbingan agar dikabulkan.

Jadi, karena saya tidak bisa maju, saya akan bersama para ulama mendoakan agar yang kita usung terpilih. Saya belum tahu kita istikharah semua mohon pada Allah kira-kira siapa yang pantas menjadi presiden dan wakil presiden insyaallah setelah pemilu tahun depan.

Saya kira begitu Bapak karena dua kali sudah cukup, sebetulnya kalau kebanyakan malah tidak baik, biasanya kalau sudah duduk lupa berdiri. Nantilah insyaallah akan ada pemimpin-pemimpin baru yang amanah yang cinta rakyat, memikirkan rakyat, cerdas, kemudian kebijakan dan programnya baik.”

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here