Ini Percakapan Saksi Kunci e-KTP dengan FBI Sebelum Tewas di AS

0
35
Johannes Marliem menyalami mantan Presiden Barack Obama. Ia diundang ke Gedung Putih karena ikut menyumbang untuk upacara pelantikannya senilai US$ 225 ribu. Foto diambil dari situs pribadi Johannes Marliem.

PolitikToday – Percakapan Johannes Marliem (bos PT Biomorf Lone Indonesia dan PT Biomorf Mauritius) dengan anggota FBI di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), ditampilkan di sidang Setya Novanto. Marliem menyebut ada permintaan diskon 50 persen dari chip untuk per keping e-KTP.

Menurut jaksa KPK, percakapan itu terjadi pada Agustus 2017. Andi Agustinus alias Andi Narogong juga disebut dalam percakapan itu.

“Pertemuan saksi dan Novanto, pertemuan di pagi hari, disebutkan permintaan diskon 50 persen, itu permintaan siapa?” tanya jaksa kepada Andi dalam sidang terdakwa Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018).

Jaksa Tampilkan Percakapan Johannes Marliem dan FBI di ASPercakapan antara Johannes Marliem dan FBI yang ditampilkan jaksa (Faiq Hidayat/detikcom)

“Saya nggak ingat mungkin Pak Marliem soal harga L1,” jawab Andi.

Selain itu, jaksa menanyakan pembahasan lain tentang jatah kartu. Menurut Andi, hal itu tidak ada.

“Pembicaraan makan pagi juga bicarakan jatah kartu?” tanya jaksa.

“Tidak Pak,” jawab Andi.

Berikut ini percakapan Johanes Marliem dengan anggota FBI pada Agustus 2017 di AS:

Laki-laki: Lima ribu rupiah per kartu? Dan asosiasi diskon dengan kartu itu. Apakah mereka memang membicarakannya (suara tidak jelas) harga per kartu ektp? Tidak? Apakah berdiskusi dengan Anda?

Baca juga  Sidang Perdana Pencemaran Nama Baik SBY, Mediaindonesia.com Tidak Hadir

Marliem: Ok

Laki-laki: Baiklah, jadi bisakah kamu mendengarkan percakapan ini? Kami menanyakan semuanya tentang hal itu

Marliem: Jelas

Laki-laki: Ok .. Novanto ini ada di rumahnya untuk sarapan pagi dengan mr Agustinus jadi apa tujuan anda berada disana?

Marliem: Untuk meyakinkan Novanto bahwa harga kita oa. Ot yang murah itu berarti karena saya tahu Novanto menduga ini akan menolak simulasi saya seperti lima puluh persen

Laki-laki: Jadi kamu coba meyakinkan marginnya tidak sebesar itu?

Marliem: Bukankah itu besar dan ini akan banyak melakukan banyak hal tentangnya

Laki-laki: Jadi apa, Novanto harus melakukan eorh kontraknya?

Marliem: Tidak ada hubungannya dengan kontrak

Laki-laki: Maksud saya apakah dia menyetujuinya adalah bahwa apa yang harus Anda meyakinkan bahwa tidak banyak margin

Marliem: Jadi ini antara dia dan Andi tapi pada saat ini hanya kita yang satu-satunya yang membuat L1 sampai ke final dan mega guna. Jadi di jauh mereka tidak punya pilihan lain selain itu akan sembuh lagi

Laki-laki: Atau mr Novanto dalam posisi menyetujui atau menolak pemenangnya? Jadi mengapa apa bedanya? Mengapa ada pembicaraan itu?

Baca juga  SBY Terima Kunjungan Menlu Republik Singapura

Marliem: Saya rasa adalah bentuk penghormatan nomor satu. Dan nomor dua saya pikir Andi memikirkan nikmat untuk membuktikan budgetnya

Kematian Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP (KTP elektronik) menyisakan banyak misteri. Motif bunuh diri hingga runutan peristiwa yang membuat Johannes tewas masih belum terang benderang.

Sebelum Johannes tewas, ada bebereapa kekecewaan yang diungkapkannya.

Kekecewaannya itu terkait munculnya nama Johannes ke media massa dan disebut secara jelas sebagai saksi kunci yang memiliki rekaman percakapan korupsi e-KTP. Atas pemberitaan itu, Johannes merasa nyawanya terancam.

“Saya tidak mau dipublikasi begini sebagai saksi. Malah sekarang bisa-bisa nyawa saya terancam,” ujar Johannes (dalam kontan)

“Seharusnya penyidikan saya itu rahasia. Masa saksi dibuka-buka begitu di media. Apa saya enggak jadi bual-bualan pihak yang merasa dirugikan? Makanya saya itu kecewa betul,” imbuhnya mengomentari bocornya kepemilikan rekaman pembicaraan terkait pembahasan proyek e-KTP.
(kg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here